Minggu, 03 September 2017

Pembantaian Rawagede Disusun Oleh Kelompok 2 XI MIPA 2 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
Kelompok 2 XI MIPA 2 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota
1. Christian Evan Heng
2. Daniel Dwi Wijaya
3. Livya
4. Maria Marchella
5. Mario Andika
6. Michael kevin Lie


Kronologis :
         pembantaian tentara Belanda pada tahun 1947 ketika Agresi militer Belanda ke 1 yang mengakibatkan sekitar 431 penduduk Rawagede meninggal dunia.  Para keluarga korban mencoba untuk meminta keadilan akibat perlakukan tentara Belanda ke Pengadilan Belanda, dan tanpa diduga gugatan mereka di kabulkan Pengadilan setempat, tentu saja hal ini menggembirakan para keluarga korban karena usaha selama ini akhirnya bisa mendapatkan sedikit rasa keadilan.  Pembantaian Rawagede adalah peristiwa pembantaian pembunuhan Kampung Rawagede (terletak di Desa Balongsari, Rawamerta , Karawang) yang bertempat diantara Karawang dan Bekasi oleh tentara Belanda ketika melakukan agresi militer pertama nya pada tanggal 9 Desember 1947.  Akibat peristiwa ini sebanyak 431 penduduk meninggal dunia.
         Sebelum perjanjian Renville ditandatangani, Tentara Belanda yang tergabung dalam Divisi satu atau disebut juga Divisi 7 Desember melakukan pembersihan unit pasukan TNI dan pejuang-pejuang Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap Belanda.  Dalam operasinya di daerah Karawang, para tentara Belanda ini memburu Kapten Lukas Kustario yang merupakan Komandan Kompi Siliwangi dan juga menjadi Komandan Batalyon Tajimalela/Brigade II Divisi Siliwangi.  Beliau berkali-kali berhasil menyerang patroli dan pos-pos militer Belanda.  Selain itu di wilayah Rawagede ini juga banyak laskar dan pejuang Indonesia.
          Pada tanggal 9 Desember 1947, satu hari setelah perundingan Renville.  Tentara Belanda mengepung Dusun Rawagede dan menggeledah setiap rumah.  Tetapi mereka tidak menemukan satupun pucuk senjata disana.  Kemudian para tentara Belanda ini mengumpulkan semua penduduk di lapangan terbuka.  Penduduk laki-laki disuruh berjejer, dan ditanya keberadaan para pejuang serta Tentara Indonesia.  Tentapi tidak ada satupun penduduk yang mengatakan keberadaan mereka.
       Kemudian akibat bungkamnya para penduduk, pemimpin tentara Belanda memerintahkan untuk menembak mati seluruh penduduk laki-laki, baik yang sudah tua maupun remaja.  Beberapa orang berhasil melarikan diri ke hutan, walaupun banyak yang terlukan karena terkena tempakan.  Tentara Belanda menembak mati dengan memberondong dengan senapan mesin tanpa ampun.  Karena peristiwa itu sekitar 431 penduduk Rawagede tewas.  Sebetulnya korban tewas lebih dari 431, karena banyak mayat yang hanyut dibawa ke sungai karena banjir dan hujan deras.
          Keesokan harinya tentara Belanda meninggalkan desa tersebut.  Para wanita yang masih hidup menguburkan mayat-mayat penduduk laki-laki tersebut dengan peralatan sederhana.  Dikarenakan tidak dapat menggali terlalu dalam, jenazah ditutup dengan potongan kayu dan ada yang menggunakan daun pintu kemudian diurug tanah seadanya, akibatnya bau mayat masih tercium selama beberapa hari.


Sumber :

Opini :
1. Christian Evan Heng
Saya sangat tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh tentara Belanda kepada rakyat Rawagede. Karena tindakan tentara Belanda sangat jelas melanggar HAM. Belanda dengan begitu gampang nya membunuh rakyat Rawagede tanpa memikirkan nasib rakyat Rawagede padahal manusia memiliki hak untuk hidup(diperoleh sejak manusia lahir) oleh karena itu manusia tidak boleh membunuh sesama secara kejam dan disengaja seperti yang dilakukan oleh tentara Belanda yang membunuh kurang lebih 431 rakyat Rawagede, hanya Tuhan lah yang berhak mencabut nyawa seseorang. Tindakan tentara Belanda juga sangat merugikan negara Indonesia karena bangsa Indonesia kehilangaan para penerus/generasi-generasi bangsa. Bangsa Indonesia harus bertindak secara tegas dan cepat untuk menegakkan hukum dan keadilan agar hal serupa (pelanggaran HAM) tidak terjadi lagi.
2. Daniel Dwi Wijaya
Yang dilakukan Tentara-tentara belanda sangan kejam dan sangat melanggar aturan HAM karena,pembantaian Rawagede diyakini merupakan tindakan paling kejam, paling brutal, dan paling berdarah yang dilakukan Belanda dalam kurun waktu 1945 sampai 1949. Namun, di Belanda selama beberapa dekade, pembantaian Rawagede hanya dianggap konsekuensi dari aksi polisi.
3. Livya
Menurut pendapat saya, Peristiwa Rawagede ini merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh Tentara Belanda dengan membantai 431 penduduk sipil yang tidak bersalah sama sekali. Pembantaian ini terjadi  setelah Indonesia Merdeka, seharusnya Belanda tidak dapat lagi menjajah Indonesia dengan semena-semena. Belanda datang ke Indonesia hanya untuk mencari keberadaan seseorang. Apakah wajar Belanda membantai 431 penduduk sipil yang tidak menahu mengenai orang yang dicari Belanda ? . Pembantaian Rawagede ini melanggar hak untuk hidup. Tentara Belanda melakukan pembantaian sehingga merenggut banyak nyawa penduduk tersebut, dan juga tentara Belanda tidak sama sekali menghargai hak hidup warga RawaGede. Setiap orang bebas untuk membela haknya masing- masing HAM merupakan Hak yang dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir dan bersifat mutlak sekalipun ia pejabat tertinggi. Akan tetapi, pada Pengadilan Den Haag tanggal 14 September 2002, pemerintah Belanda dinyatakan bersalah dan harus bertanggung jawab dengan membayar kompensasi bagi keluarga korban. 
4. Maria Marchella
Pelanggaran HAM merupakan pelanggaran yang tidak bisa di anggap sepele bagaimana pun tempat,waktu,situasi, serta besar kecilnya masalah yang di akibatkan. Seperti yang dapat dilihat dari kasus Pembantaian Rawagede ini, tindak penjajahan pertama-tama merupakan tindak pelanggaran HAM. Tindakan yang ditujukan kepada bangsa Indonesia yang secara sistematik ini termasuk dalam pelanggaran HAM kemanusiaan. Dan pembantaian Rawagede ini merupakan salah satu cara sistematik tersebut. Pembantaian yang dilakukan kepada penduduk sipil yang tidak bersenjata dan tidak berdaya ini berupa pembunuhan dan  pemusnahan penduduk. Ini merupakan tindak pelanggaran HAM yang tidak dapat dibiarkan untuk terjadi 2 kali. Maka dari itu kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus melakukan segala cara untuk membela dan menjaga negara kita. 
5. Mario Andika
Saya sangat tidak setuju dengan yang di lakukan oleh tentara belanda kepada rakyat rawege karna tindakan tentara belanda sangat melanggar ham.belanda sangat mudah dan gambang membunuh rakyat rawege tanpa memikirkan nasib mereka padahal manusia memiliki ham(hak asasi manusia) oleh karna itu kita harus saling menghargai satu sama lain sesama manusia. Karna manusia mempunyai hak untuk hidup.tindakan tentara belanda sangat merugikan bangsa indonesia karna bangsa indonesia banyak kehilangan generasi generasinya dan indonesia harus menindak tegas dan harus memegang teguh ham karna manusia memiliki hak yang sama.
6. Michael kevin Lie
Tindakan yang dilakukan Tentara-Tentara Belanda sungguh kejam, mereka pun tidak merasa bersalah atau pun meminta maaf kepada Indonesia terutama kepada keluarga korban yang telah mereka bunuh secara sadis dan tanpa peri kemanusiaan. Saya setuju dengan apa yang telah dilakukan keluarga korban, pemerintah Belanda harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang telah mereka lakukan. Pembantaian Rawagede ini merupakan salah satu contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), setiap manusia mempunyai hak untuk hidup, Seseorang tidak berhak untuk menghakimi atau mengakhiri hidup orang lain. Hak Asasi Manusia ( HAM ) merupakan Hak yang dimiliki manusia sejak lahir dan bersifat mutlak. Hukum di Indonesia harus ditegakkan, Pembataian Rawagede yang dilakukan Belanda merupakan tindakan kriminal dan harus diselesaikan secara tuntas. pemerintah Indonesia harus turut serta membantu keluarga korban untuk mendapatkan pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan Tentara-Tentara Belanda, Pemerintah Indonesia harus menyelesaikan masalah ini sampai tuntas.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar