Selasa, 05 September 2017

Kasus Pelanggaran HAM Gerakan G30S PKI Disusun Oleh Kelompok 1 Kelas XI IPS 1 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
KELOMPOK 1 XI IPS 1 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
1.      Albert (02)
2.      Cahtline (05)
3.      Darmawan (08)
4.      Devin (09)
5.      Fernando (14)
6.      Jason (18)



Sebenarnya Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah lama meniupkan hawa perlawanan dan pemberontakan terhadap Indonesia. Kelompok ini bersikeras untuk mengganti dasar negara Republik Indonesia, yakni Pancasila menjadi negara yang berdasar asas komunis. Perlawanan PKI yang tidak diterima oleh setiap kalangan ini, menjadikan kelompok ini merencanakan sebuah rencana yang besar.

KRONOLOGIS PENUMPASAN PKI
1.    Tanggal 1 Oktober 1965
Operasi penumpasan G 30 S/PKI dimulai sejak tanggal 1 Oktober 1965 sore hari. Gedung RRI pusat dan Kantor Pusat Telekomunikasi dapat direbut kembali tanpa pertumpahan darah oleh satuan RPKAD di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo, pasukan Para Kujang/328 Siliwangi, dan dibantu pasukan kavaleri. Setelah diketahui bahwa basis G 30 S/PKI berada di sekitar Halim Perdana Kusuma, sasaran diarahkan ke sana.
2.     Tanggal 2 Oktober 1965
 Pada tanggal 2 Oktober, Halim Perdana Kusuma diserang oleh satuan RPKAD di bawah komando Kolonel Sarwo Edhi Wibowo atas perintah Mayjen Soeharto. Pada pikul 12.00 siang, seluruh tempat itu telah berhasil dikuasai oleh TNI – AD.
3.    Tanggal 3 Oktober 1965
Pada hari Minggu tanggal 3 Oktober 1965, pasukan RPKAD yang dipimpin oleh Mayor C.I Santoso berhasil menguasai daerah Lubang Buaya. Setelah usaha pencarian perwira TNI – AD dipergiat dan atas petunjuk Kopral Satu Polisi Sukirman yang menjadi tawanan G 30 S/PKI, tetapi berhasil melarikan diri didapat keterangan bahwa para perwira TNI – AD tersebut dibawah ke Lubang Buaya. Karena daerah terebut diselidiki secara intensif, akhirnya pada tanggal 3 Oktober 1965 titemukan tempat para perwira yang diculik dan dibunuh tersebut.. Mayat para perwira itu dimasukkan ke dalam sebuah sumur yang bergaris tengah ¾ meter dengan kedalaman kira – kira 12 meter, yang kemudian dikenal dengan nama Sumur Lubang Buaya.
4.    Tanggal 4 Oktober 1965
Pada tanggal 4 Oktober, penggalian Sumur Lubang Buaya dilanjutkan kembali (karena ditunda pada tanggal 13 Oktober pukul 17.00 WIB hingga keesokan hari) yang diteruskan oleh pasukan Para Amfibi KKO – AL dengan disaksikan pimpinan sementara TNI – AD Mayjen Soeharto. Jenazah para perwira setelah dapat diangkat dari sumur tua tersebut terlihat adanya kerusakan fisik yang sedemikian rupa. Hal inilah yang menjadi saksi bisu bagi bangsa Indonesia betapa kejamnya siksaan yang mereka alami sebelum wafat.
5.     Tanggal 5 Oktober 1965
Pada tanggal 5 Oktober, jenazah para perwira TNI – AD tersebut dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata yang sebelumnya disemayamkan di Markas Besar Angkatan Darat.
6.   Tanggal 6 Oktober 1965
Pada tanggal 6 Oktober, dengan surat keputusan pemerintah yang diambil dalam Sidang Kabinet Dwikora, para perwira TNI – AD tersebut ditetapakan sebagai Pahlawan Revolusi.
Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI adalah sebuah kejadian yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.
Latar Belakang

PKI merupakan partai Stalinis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Sovyet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.
Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.
PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno untuk memperkuat dukungan untuk rezim Demokrasi Terpimpin dan, dengan persetujuan dari Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk "Angkatan Kelima" dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini.

Jadi, kasus ini telah melanggar HAM yang terdapat dalam pasal 28 i ayat 1 yaitu hak untuk hidup,hak untuk tidak disiksa,hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama,hak untuk tidak di perbudak dan hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum.
Sumber:


Pendapat

1.      Albert
Menurut saya, PKI berpaham ideologi yang merusak umat dan bangsa, dan pada zaman sebelum reformasi tidak ada tempat di Indonesia yang berkehidupan Pancasila. Sejarah PKI zaman dulu, tutur dia, tidak mengetahui persis dibentuk untuk apa. Ia hanya tahu orang-orang PKI berjiwa komunis, berperilaku tidak manusiawi.



2.      Cahtline
Maka dapat saya simpulkan, apa yang terjadi pada tahun 47 tahun yang lalu adalah sebuah pemutar balikkan fakta dan kekejian luar biasa yang dilakukan oleh rezim yang berkuasa selama 32 tahun itu.Sebuah rezim tirani tamak yang hanya mementingkan kesejahteraan golongannya sendiri tanpa mempedulikan kepentingan bangsa


3.      Darmawan
Menurut saya, dalang dari kasus ini adalah CIA dalang dibelakang G 30 S/PKI. menyatakan bahwa CIA telah memberikan 5000 nama tokoh PKI kepada Angkatan Darat 1965 yang kemudian dibunuh akibat kegagalan G 30 S/PKI. Presiden Soekarno hanya memberi peluang PKI untuk memenuhi ambisi politiknya melalui konsep Nasakom dalam revolusi.dan kasus ini tercantum dalam pasal 28 i ayat 1.


4.      Devin
Menurut saya, Watak dasar dari komunis untuk mengkudeta dan membentuk suatu kediktatoran proletariat. Berdasarkan catatan sejarah, partai berhaluan komunis juga telah tiga kali melakukan pemberontakan di tanah air, yaitu di masa kemerdekaan pada tahun 1948 dan 1965, serta pada masa prakemerdekaan pada tahun 1926. Meski pemberontakan tahun 1926 dilakukan terhadap pemerintahan kolonial Belanda, tetapi hal itu juga merugikan perjuangan nasional yang masih belum siap dan akibatnya menimbulkan tragedi Digul."

5.      Fernando
Menurut saya,Upaya mengubah sejarah G30S/PKI dengan memposisikan PKI sebagai korban dan bukannya pelaku atau dalang kini terus berlanjut dan semakin intensif. Modus dari upaya pihak-pihak yang ingin menghapus jejak sejarah itu dilakukan dengan menimbulkan keraguan di tengah masyarakat terhadap siapa yang sebenarnya melakukan gerakan pemberontakan pada tahun 1965 itu.

6.      Jason
Menurut saya,fakta dibalik duka peristiwa G30S/PKI ini diungkap secara jelas dan transparan atas dugaan keterlibatan Suharto dalam peristiwa G30S/PKI yang menakutkan bangsa negeri ini.Untuk itu untuk mengungkap fakta dibalik duka atas keterlibatan mantan presiden Suharto dalam peristiwa berdarah G30S/PKI tahun 1965-1966.Agar persoalan ini tidak menjadi konflik antara pro dan kontra sepanjang masa dan sepanjang sejarah negeri ini.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar