Minggu, 20 Agustus 2017

BOM BALI Disusun Oleh Kelompok 5 Kelas 11 MIPA 8 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
 Kelompok 5 Kelas 11 MIPA 8 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
1. Febyo Andriano T(12)
2. Revata J.P(30)
3.Ricardo J.L(31)
4.Ricky Reinaldo(32)
5.Yuven P(38)



(Link video) youtube: https://www.youtu.be/fGDSNyefjDE
Tragedi bom Bali I yang terjadi pada 12 Oktober 2002 di kecamatan Kuta, Bali. Telah menewaskan 220 orang dan mencederakan 209 orang lainnya yang kebanyakan merupakan Warga Negara asing. Peristiwa ini dianggap sebagai kasus pidana terorisme terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Beberapa warga negara asing yang tengah berlibur di Bali menjadi korban dari aksi ini, antara lain Australia,Britania Raya, Amerika Serikat, Jerman, Swedia, Belanda, Perancis,Denmark, Selandia Baru,Swiss, Brasil, Kanada, dll
Pengeboman ini terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan.
Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah dibentuk untuk menangani kasus ini menyimpulkan, bom di Paddy's Pub berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot antara 50–150 kg. Sementara bom di dekat konsulat Amerika Serikat menggunakan jenis TNT berbobot kecil yakni 0,5 kg

 Tindakan cepat segera diambil oleh kepolisian guna mengungkap sindikat yang ada di balik tragedi berdarah ini. Ditetapkan 3 pelaku utama, yakni Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron diikuti oleh anak buah mereka.Dengan adanya kejadian ini, Indonesia dirundung masalah yang berat terkait dengan masalah keamanan. Sebagai dampaknya kecaman terus berdatangan dari negara- negara lainnya dengan mengeluarkan travel warning dan secara tegas melarang warganya untuk datang ke Indonesia.

Aksi Terorisme yang terjadi di Bali adalah akibat kepentingan dakwah yang terganggu. Sebenarnya, bagi seorang muslim wajib untuk berdakwah menyerukan kebenaran. Dalam konteks Bom Bali hal itu bisa terjadi tak bisa dilepaskan dari hegemoni global Amerika yang selalu menyudutkan gerakan Islam. Ada kebencian akibat ulah Negara adidaya yang semena-mena terhadap umat Islam. akhirnya, sebagai salah satu cara sebagaimana ditulis Imam Samudra (2004) dalam bukunya aku melawan teroris. Maka, diambillah jalan membom Bali karena disitulah berkumpul banyak Warga Negara Asing . Memang ada yang menyalahkan, akan tetapi jika disimak dari sisi lain ternyata ada muatan pesan disitu. Teror yang terjadi bisa juga dilihat sebagai ekspresi kemarahan yang lama terpendam. Hingga ketika menemukan momentumnya, maka meletuskan amarah yang lama terpendam. Bukan berarti teror bom yang terjadi selama ini dilakukan oleh golongan aktifis Islam. Kalaupun ada kemungkinan akibat dari semangat juang yang tinggi yang bisa saja dimanfaatkan oleh golongan tertentu untuk kepentingan pragmatisnya.

Sumber:





Tanggapan Anggota Kelompok Kami:
1.Febyo
Menurut saya peristiwa seperti itu sangatlah tidak berprikemanusiaan,karena dalam peristiwa tersebut,para pelaku membunuh dan melukai banyak orang tanpa merasa bersalah dan dengan mengatasnamakan agama

2.Revata:
Menurut saya Bom bali jika dikaitkan dengan HAM,sangat tidak layak untuk dilakukan karena bom tersebut menyebabkan korban jiwa yang cukup banyak.hal tersebut sangat membuat duka yang mendalam bagi orang orang atau masyarakat dan tidak menggunakan akal sehatnya terlebih dahulu sebelum bertindak terlebih lagi mereka tidak menyesali perbuatannya.kejadian tersebut sangatlah tidak layak untuk dilakukan.

3.Ricardo:
Menurut saya,Tragedi Bom Bali adalah sebuah tragedi yang tidak berperikemanusiaan.banyak orang orang tidak bersalah mati dan teroris pun tapa rasa bersalah membunuh mereka.Tragedi ini pun mencoreng nama Indonesia di mata dunia dan berdampak buruk dalam sektor pariwisata Indonesia saat itu.Para wisatawan asing takut untuk berlibur ke Bali karena tragedi tersebut.saya berharap,pemerintah Indonesia dapat belajar dari peristiwa ini dengan memusnahkan semua teroris yang masih ada di bumi pertiwi ini dan dapat memperketat pengamanan dalam negara agar Indonesia terhindar dari ancaman serangan teroris

4.Ricky:
Menurut saya,HAM adalah Hak yang secara kodrati yang diberikan Tuhan untuk kita sejak lahir.Seperti yang kita Ketahui,Peristiwa Bom Bali ini merupakan Pelanggaran HAM kategori berat (Kejahatan Genosida),telah melanggar Pasal 340 KUHP akibat aksi pembunuhan massal. Bayangkan saja,Pelaku Bom Bali ini tidak merasa bersalah setelah merenggut 220 jiwa.diantaranya Warga Negara Asing dan Warga Negara Indonesia.Menurut saya peristiwa Bom Bali ini Sangat tidak Berprikemanusiaan. Dan apa keuntungan mereka Melakukan Bom ini?Bom ini hanya membuat turis takut untuk berwisata ke Indonesia(Bali) dan hanya akan menurunkan devisa Negara,Tidak memberikan Dampak Positif sedikitpun.Saya Berharap Peristiwa Bom bali ini Tidak terulang lagi dan dapat menjadi cerminan bagi kita semua untuk tidak melakukan hal yang bodoh,tidak masuk akal,tidak memberikan keuntungan sama sekali,bahkan merugikan khalayak ramai. Oleh karena itu kita harus Refleksi diri dan menghargai HAM yang diberikan Tuhan untuk kita,serta lebih mendekatkan diri dengan Tuhan.

5.Yuven:     
Menurut saya,peristiwa bom bali adalah salah satu peristiwa terorisme terbesar di Indonesia dengan jumlah korban 202 orang dan 209 orang luka luka.Peristiwa ini sangat merugikan Indonesia karena membuat banyak wisatawan mancanegara takut untuk berwisata ke Indonesia sehingga kegiatan pariwisata berkurang.ditambah lagi gedung gedung,sarana dan prasarana masyarakat yang rusak akibat pengeboman.karena itulah,pelaku sebaiknya dihukum seberat beratnya sesuai UU.dan saran untuk pemerintah agar meningkatkan keamanan negara agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi          



Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar