Kamis, 17 Agustus 2017

Tragedi Trisakti Disusun Oleh Kelompok 2 XI MIPA 4 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh 
Kelompok 2 XI MIPA 4 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
  1. Anderssen Hutama (02)
  2. Belandina Anita Sere Sihombing (04)
  3. George Putra Salomo Sibarani (12)
  4. Karen Cecily (17)
  5. Kharlina Devi Permata Djahri (19)
  6. Sonny Roy (32)


(Penjelasan mengenai kasus tersebut 5w+1H)
Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta,Indonesia serta puluhan lainnya luka.
Kasus pelanggaran ham yakni penembakan mahasiswa Trisakti merupakan bentuk kasus pelanggaran Ham kepada mahasiswa yang dilakukan oleh anggota militer. Khususnya pada Mahasiswa Trisakti yang kala itu sedang melakukan demonstrasi. Peristiwa yang juga dikenal dengan tragedi Trisakti ini bermula ketika para mahasiswa Universitas Trisakti melakukan unjuk rasa demonstrasi menuntut presiden Soeharto yang kala itu memimpin untuk segera lengser dari jabatannya. Pada masa itu memang sedang terjadi krisis finansial yang melanda Indonesia.
Menurut kabar yang beredar, setidaknya puluhan mahasiswa terluka karena penembakan, dan sebagian mahasiswa lain meninggal dunia. Mahasiswa yang meninggal ini kebanyakan mendapatkan tembakan peluru tajam dari anggota militer. Peristiwa ini merupakan kasus pelanggaran Ham di Indonesia yang tidak akan pernah dilupakan dalam sejarah pendidikan.
Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977 - 1998), Hafidin Royan (1976 - 1998), dan Hendriawan Sie (1975 - 1998). Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada.

Sumber:

  • Opini, Tanggapan, Analisis, Solusi, dan lainnya
  1. Anderssen Hutama
Menurut saya, tragedi trisakti ini adalah pelanggaran HAM berat karena aparat yang seharusnya melindungi tetapi malah menghakimi. Aksi demonstran yang dilakukan digedung MPR pada 12 mei 1998 menimbulkan polemik yang  berakibat tatanan ekonomi Indonesia yang semakin hancur dan terjadi reformasi 98 yang berakibat pada etnis tionghoa di Indonesia.Dari aksi trisakti ini hanyalah sebuah ketidaksengajaan karena diantara kedua pihak sudah beberapa kali melakukan negosiasi tetapi ketika massa dan aparat ingin bubar ada orang yang tiba tiba menyerukan dan memanas manasi demonstran yang berakibat bentrok antar aparat. Diketahui ada aparat yang bersenjata peluru tajam yang sebenarnya tidak boleh di pakai. Sekitar 4  mahasiswa yang meninggal akibat kejadian ini serta beberapa mahasiswa yang menjadi korban kekerasan seksual. Tetapi kita tidak bisa menyalahkan demonstran dan aparat karena dari data data yang saya peroleh hanya terjadi salah paham. Dibalik semua itu ada orang dibalik layar yang mencetus demonstran untuk menyerang aparat yang hingga sekarang pelaku tersebut belum diketahui.

  1. Belandina Anita Sere Sihombing
Menurut saya, kasus peristiwa trisakti ini merupakan pelanggaran HAM. Hingga menyebabkan tewasnya 4 Mahasiswa Trisakti. Pada saat sebelum peristiwa tersebut terjadi para mahasiswa melakukan aksi damai dari Universitas Trisakti menuju Gedung Nusantara. Tetapi para mahasiswa sempat bernegoisasi. Namun para aparat menembakkan peluru kepada mahasiswa hingga tewasnya 4 mahasiswa tadi. Dan seharusnya para aparat polisi dan militer tidak seharusnya melakukan penembakkan karena sebenarnya mereka mempunyai sebuah tujuan untuk memajukan Indonesia. Namun hingga sampai sekarang belum ditemukan siapa pelakunya. Itulah sebabnya setiap tanggal 12 mei 1998 merupakan Tragedi Trisakti

  1. George Putra Salomo Sibarani
Tragedi Trisakti adalah salah satu dari sekian banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi. Tragedi ini dimulai dengan demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa Trisakti atas tuntutan Soeharto agar turun dari masa jabatannya yang telah berlangsung 38 tahun. Pendapat saya mengenai kasus ini adalah kasus ini merupakan kasus yang sangat terkenal dikarenakan pelanggaran HAM dilakukan oleh pihak berwajib yang seharusnya memiliki tugas untuk melindungi rakyat bukan malah menyakiti rakyat, tindakan demonstrasi seharusnya didengarkan dan dilaksanakan agar tidak terjadi kasus seperti ini. Tindakan pelanggaran ini menurut saya tidak seharusnya dilakukan karena telah melanggar beberapa undang undang Negara, apalagi Negara Indonesia yang terkenal dengan sebutan Negara akan hukum. 

  1. Karen Cecily
Tragedi Trisakti pada tahun 1998 menurut saya adalah tragedy pelanggaran HAM yang sangat terkenal pada sejarah pendidikan. Demonstrasi Mahasiswa Trisakti ini memiliki tujuan atau alasan yang baik untuk Negara, seharusnya didengarkan pendapat para mahasiswa bukan malah menolak bahkan melakukan tindakan yang melanggar hukum tertinggi di Negara yaitu undang undang yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia. Indonesia dikenal dengan Negara hokum yang berarti Negara Indonesia menjunjung tinggi hukum yang ada dinegaranya. Dengan tragedy ini, terlihat bahwa anggota militer yang berada dibawah pimpinan pemerintah yang seharusnya menjamin akan hak dan kewajiban rakyatnya malah berbuat perbuatan sebaliknya.

  1. Kharlina Devi Permata Djahri
Tragedi Trisakti ini terjadi pada 12 Mei 1998, setiap tahun, tanggal ini diperingati sebagai Tragedi Trisakti yaitu tragedi yang menunjukan tentang pelanggaran HAM yang dilakukan oleh orang yang memiliki wewenang dalam Negara. Hal ini tidak akan pernah terjadi jika pemerintah dapat lebih bak lagi dalam mengatasi system ekonomi Negara. Tragedi Trisakti ini menunjukkan bagaimana aparat mengesampingkan rasa kemanusiannya demi tugas sehingga pelanggaran HAM dilakukan untuk mencapai tujuannya.Tanggapan saya mengenai tragedi ini adalah Hukum di indonesia telah mati, karena bangsanya sendiri lah yang membunuh rakyatnya dalam kasus trisakti ini. Namun tidak ada hukum yang tegas bagi yang membunuhnya, harusnya nyawa di ganti dengan nyawa. Menurut saya, bangsa Indonesia haruslah mempertegas mengenai hokum agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang.


  1. Sonny Roy
Tragedi Trisakti adalah peristiwa dimana aparat hukum melanggar hokum yang berlaku di Indonesia. Tragedi trisakti ini melanggar Undang Undang Negara antara lain yaitu UU No. 39 Tahun 1999 Pasal 28A, 28B ayat 2, 28G ayat 2, dan 28I ayat 1. Dalam Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa setiap warga Negara memiliki hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan, hak perlindungan dari kekerasan, hak perlindungan dari penyiksaan, dan perlindungan dari ancaman. Menurut saya, pemerintah di Indonesia seharusnya memperkuat hokum di Negara Indonesia, karena Indonesia terkenal dengan sebutan Negara Hukum, namun dalam peristiwa ini, yang menetapkan dan melaksanakan hokum yang malah melanggarnya, padahal tindakan demonstrasi ini dilakukan untuk kebaikan bangsa Indonesia dikarenakan system ekonomi pada saat itu belum teratur akibat dari pemerintah Indonesia pada saat itu. Saya berharap tragedy seperti ini tidak terjadi lagi agar cita cita bangsa Indonesia dapat tercapai.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar