Minggu, 06 Agustus 2017

Tragedi G30S PKI Disusun oleh Kelompok 2 XI MIPA 1 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun oleh
Kelompok 2 XI MIPA 1 SMA Xaverius 1 Palembang

Nama Anggota
Chaterine Ayu F. P.
Johanes Andre Linata
Katherine Magdalena
Maitricia Liandy
Tania


Hak asasi merupakan hak yang bersifat dasar dan pokok. Pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan suatu keharusan bagi warga negara untuk dapat hidup sesuai kemanusiaannya. Adanya Hak Asasi Manusia (HAM) membantu kita untuk saling menghargai antar mahluk hidup dan menyadari bahwa kita sama-sama memiliki suatu hak yang dimilki setiap pribadi. Tak jarang pula, banyak orang yang masih melupakan akan adanya HAM sehingga membuat mereka untuk "semena-mena" dengan sesama seperti saling membunuh, deskriminasi antar suku, dsb, sehingga terjadilah pelanggaran HAM.
Salah satu kasusnya yaitu peristiwa pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965( G30SPKI) yang  merupakan salah satu kasus atas sifat "semena-mena" akan HAM. Tragedi ini merupakan peristiwa Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pada saat itu akan melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Soekarno dan berencana menjadikan Indonesia menjadi Negara komunis. Kudeta yang dilakukan PKI saat itu memakan korban 7 orang jendral dikalangan angkatan darat di Jakarta dan 2 orang di Yogyakarta. Peristiwa ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan dalam sejarah bangsa kita karena menimbulkan korban yang begitu banyak termasuk ribuan rakyat sipil yang tidak tahu menahu mengenai peristiwa tersebut karena dianggap terkait dengan PKI.
Peristiwa Gerakan30 September tahun 1965 (G 30 S/PKI -1965) telah menelan korban ratusan ribu jiwa, bahkanterdapat laporan bahwa korban jauh lebih banyak dari itu. Peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965 yang merupakan salah satu" lembaran hitam" dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia memang terdapat berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang berat, tetapi sangat sulit untuk diungkapkan soalnya terkait institusi-isntitusi negara waktu itu. Bahkan peristiwa tersebut juga kononnya merupakan bagian dari skenario Blok barat dalam konteks merangkul Indonesia supaya menjauhi Blok Timur,sehingga tidak bisa dipungkiri peristiwa G 30 S/PKI 1965 melibatkan agen-agen asing.
Hal ini merupakan pelanggaran HAM yang cukup berat. Ribuan korban haknya dirampas, dianiaya, dilecehkan, diperkosa, dibuang, diasingkan, bahkan dianggap bukan manusia. Setelah G30SPKI habis riwayatnya, di sepanjang tahun 1965-1966 di beberapa daerah Indonesia terjadi banyak kejadian pembunuhan, penahanan, penghilangan dengan paksa,penganiayaan secara massal tanpa melalui proses hokum terhadap orang-orang yang didakwa anggota PKI serta pendukungnya Soekarno. Semua tindak pindana inilah yang disebut kejahatan kemanusiaan/pelanggaran HAM berat 1965-1966.

Sumber:
1)https://www.academia.edu/6786561/tugas_kelompok_pelanggaran_HAM_pasca_G_30_S_PKI
2) UUD 1945

Pendapat Penyusun :
Chaterine Ayu F. P.
Menurut saya, kasus G 30 S/PKI ini merupakan suatu pelanggaran HAM yang cukup berat. Pelanggaran HAM merupakan perbuatan orang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik sengaja atau tidak atau kelalaian secara melawan hukum mengurangi / menghalangi /  membatasi / mencabut HAM orang / kelompok orang yang dijamin oleh UU dan tidak mendapat / dikhawatirkan tidak memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar.
Tragedi ini telah banyak memakan korban  ribuan jiwa yang dimana salah satunya ialah pahlawan revolusi. Banyak korban yang tidak menahu akan kejadian ini namun dibunuh hanya karena dianggap berkaitan dengan PKI. Perbuatan ini telah menodai UUD1945 Pasal 28 B yakni "Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan kehidupannya". Maka dari itu, hal ini digolongkan pelanggaran HAM berat.
Sebagai generasi bangsa, alangkah baiknya apabila kita menjaga keutuhan bangsa dengan cara menghormati sesama suku budaya dan agama. Perbedaan itu indah, perbedaan bukanlah penghalang kita untuk maju. Sesuai dengan Semboyan Negara kita dimana mengajak kita untuk menghormati HAM itu sendiri. Pelanggaran HAM harus dibasmi dengan tegas. Hal inilah yang harus ditegakkan oleh aparat yang berwenang untuk melindungi hak-hak asasi warga negaranya guna menciptakan negara hukum yang diamanatkan oleh konstitusi negara kita. perlunya negara menerapkan Demokrasi dalam arti sesungguhnya, dimana peralihan kekuasaan negara dapat berlangsung dengan aman dan damai tanpa korban jiwa sama sekali.

Johanes Andre
Menurut saya tragedi G30SPKI adalah suatu pelanggaran HAM.Mengapa?Itu dikarenakan mereka membunuh Para Perwira TNI ,lalu mereka menangkap dan membunuh para kiai,pemuka agama,dan para warga yang tidak bersalah.Itu bertentangan dengan HAM yang berbunyi Hak Untuk Hidup.

Katherine Magdalena
Menurut pendapat saya, peristiwa G30S PKI telah mengakibatkan enam jenis pelanggaran HAM. Beberapa di antaranya adalah genosida dan kejahatan kemanusiaan.
Sebuah Tragedi kemanusiaan dalam Sejarah Bangsa Kita tidak  pernah tahu bahwa sesungguhnya peristiwa 1965 tidak hanya menimbulkan korban dari kalangan Angkatan Darat (AD) tapi juga ribuan rakyat sipil yang tidak tahu menahu mengenai peristiwa tersebut karena dianggap terkait dengan PKI. Mereka yang haknya dirampas, dianiaya, dilecehkan, diperkosa, di buang, diasingkan, di anggap bukan manusia, dan berbagai macam  perlakuan yang dapat disebut sebagai pelanggaran atas hak asasi manusia (HAM).
Pelanggaran HAM merupakan perbuatan orang atau sekelompok orang termasuk aparat negara baik sengaja atau tidak atau kelalaian secara melawan hukum mengurangi / menghalangi / membatasi / mencabut HAM orang / kelompok orang yang dijamin oleh UU dan tidak mendapat / dikhawatirkan tidak memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar.

Maitricia Liandy
Menurut saya peristiwa G30S/PKI merupakan kasus pelanggaran HAM yang berat. Pelanggaran itu dapat dilihat melalui hal-hal yang terjadi dalam peristiwa tersebut, diantaranya seperti pembunuhan enam jenderal TNI AD, seorang perwira, dua perwira TNI AD di Yogyakarta, serta penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan  para kiai, pemuka masyarakat, dan warga tak berdosa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, penyiksaan sebelum pembunuhan juga terjadi terhadap sejumlah orang di Solo pada 1965 dengan sasaran penduduk sipil, penculikan terhadap lawan politik atau orang yang dianggap lawan politik PKI dan lain sebagainya.
    Perbuatan- perbuatan tersebut melanggar HAM Pasal 28A(Hak untuk hidup dan mempertahankan hidupnya), Pasal 28G Ayat 2 (Hak untuk bebas dari penyikasaan), Pasal 28H Ayat 1 (Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin) dan Pasal 28I Ayat 1 (Hak untuk hidup dan tidak disiksa) Ayat 2(Hak untuk bebas dari pelakuan diskriminatif) Ayat 4 (Hak untuk mendapat perlindungan dari pemerintah).
Tania
Menurut saya berdasarkan peristiwa G30SPKI apa yang dilakukan oleh pki tersebut sangatlah melanggar ham.Karena Mereka membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Lalu mengorbankan orang-orang tersebut demi kepentingan mereka sendiri. Mereka melakukan penculikan,menganiaya para kelompok sipil. Serta melakukan perbudakan dan pengusiran secara paksa.
Dan sekarang setiap tanggal 30 september diperingati untuk mengenang 7 jenderal yang terbunuh dan mengenang rakyat-rakyat yang dibunuh dengan kejamnya oleh pki.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar