Kamis, 17 Agustus 2017

TRAGEDI BOM BALI 1 Kelompok 3 XI MIPA 4 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
 Kelompok 3 XI MIPA 4 SMA Xaverius 1 Palembang

Nama Anggota:
Bryan Nugraha (05)
Jimmy Aprilyanto (15)
Marvello Tanzha (22)
Michele Carolina (23)
Regita Fortuna (30)
Vicky Kelvino (36)



Bom Bali 2002 (Bom Bali I) merupakan rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada 12 Oktober2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) Legian, KutaBali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat. Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, sebagian besar korban merupakan wisatawan asing. Serangan ini terjadi tepat 1 tahun, 1 bulan dan 1 hari setelah Serangan 11 September ke menara WTC, Amerika Serikat. Beberapa pihak curiga adanya campur tangan pihak asing dalam kejadian ini dan peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorismeterparah dalam sejarah bangsa Indonesia.
Ledakan itu menelan korban jiwa, bangunan hancur, dan ratusan mobil rusak berat. Getarannya terasa hingga 12 km, sedangkan bunyi ledakan terdengar hingga puluhan kilometer. Adapun asapnya tinggi menjulang ke awan hingga 100 m, membentuk cendawan api raksasa yang bahkan membutakan mata. Ledakan itu sendiri meninggalkan sebuah lubang besar berdiameter 5 x 4 meter dan kedalaman 1,5 meter. Bau amis darah sangat menyengat, semua orang berlari dan menjerit panik atau merintih kesakitan.
Hasil penelusuran mengungkapkan, bom yang digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan di depan Sari Club, merupakan bom RDX berbobot 50-150 kg. Bom tersebut dibawa oleh taksi yang ditumpangi tiga orang berwajah Melayu dan diduga diletakkan di bawah mobil. Sabtu 12 Oktober 2002, di Legian, Kuta, Bali,terdengar suara ledakan yang dahsyat. Bermula di depan Paddy's Cafe, tiga orang di dalam taksi keluar meninggalkan taksinya. Setelah itu (23.05 Wita)terjadi ledakan di Paddy's, disusul dengan ledakan kedua di Sari Club. Lebih dari 200 orang menjadi korban tewas keganasan bom itu, sedangkan 200 lebih lainnya luka berat maupun ringan.10 menit kemudian, tepatnya 23.15 Wita, bom meledak di Renon, berdekatan dengan kantor Konsulat Amerika Serikat. Namun tak ada korban jiwa dalam peristiwa ledakan ketiga.
Akhirnya, 5 November 2002 Amrozi bin Nurhasyim, salah satu tersangka kunci ditangkap di rumahnya, Desa Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur. Ia diduga termotivasi ideologi Islam radikal dan anti-Barat yang didukung organisasi bawah tanah Jemaah Islamiyah. Pada 6 November 2002,10 Orang yang diduga terkait ditangkap di sejumlah tempat di Pulau Jawa. Hari itu juga, Amrozi diterbangkan ke Bali. Lalu, tanggal 9 November 2008 Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron dieksekusi mati di Nusakambangan.
Monumen bom Bali di Ground Zero Legian, Kuta, merupakan monumen untuk mengenang para korban ledakan bom bali 1. Nama para korban peledakan bom di Kuta, Badung, Bali, 12 Oktober 2002, dibacakan dalam puncak peringatan tragedi peledakan bom Bali I di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, 12/10/2012 sebelum mengheningkan cipta dalam peringatan bom Bali I. Korban meninggal berasal dari 22 negara, termasuk Australia dan Indonesia. Peringatan 10 tahun tragedi peledakan bom Bali I di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Perdana Menteri Australia Julia Gillard, mantan Perdana Menteri Australia John Howard, pemimpin oposisi Australia Tony Abbot, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, dan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Murray McCully.
Daftar Tersangka
  1. Imam Samudra alias Abdul Aziz, terpidana mati
  2. Ali Ghufron aliasMukhlas, terpidana mati
  3. Amrozi bin Nurhasyim, terpidana mati
  4. Abdul Gani, didakwa seumur hidup
  5. Ali Imron alias Alik, didakwa seumur hidup
  6. Mubarok alias Utomo Pamungkas, didakwa seumur hidup
  7. Arnasan alias Jimi (tewas)
  8. Dr. Azahari Husin alias Alan (tewas tanggal 9 November2005)
  9. Dulmatin (tewas tanggal 9 Maret2010)
  10. Feri alias Isa (meninggal dunia)
  11. Abdul Rauf (kelompok Serang)
  12. Andi Hidayat (kelompok Serang)
  13. Andi Oktavia (kelompok Serang)
  14. Junaedi (kelompok Serang)
  15. Abdul Hamid (kelompok Solo)
  16. Bambang Setiono (kelompok Solo)
  17. Budi Wibowo (kelompok Solo)
  18. Herlambang (kelompok Solo)
  19. Hernianto (kelompok Solo)
  20. Makmuri (kelompok Solo)
  21. Mohammad Musafak(kelompok Solo)
  22. Mohammad Najib Nawawi (kelompok Solo)
  23. Umar Patek alias Umar Kecil (tertangkap di Pakistan)
  24. Achmad Roichan
  25. Idris alias Johni Hendrawan
  26. Zulkarnaen
Sumber :
Pendapat anggota:
Bryan Nugraha
Menurut saya, bom bali merupakan peristiwa yang memalukan sekaligus merugikan bagi bangsa Indonesia, karena peristiwa ini memakan sangat banyak korban baik wisatawan asing, wisatawan dalam negeri, maupun penduduk setempat. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah wisatawan yang menyebabkan kerugian besar bagi negara. Tragedi ini juga sangat bertentangan dengan pasal 28 I.
Jimmy Aprilyanto
Menurut saya kasus bom bali 2002 merupakan kasus pelanggaran HAM yang paling memalukan. Karena bukan hanya WNI yang menjadi korban dari serangan teroris melainkan turis – turis dari mancanegara menjadi korban dari sasaran pengeboman tersebut. Kasus ini juga melanggar pasal 28 i yaitu setiap orang berhak untuk hidup.
Marvello Tanzha
Menurut saya, peristiwa ini sangat merugikan bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang pariwisata, yaitu mengurangi devisa negara, dengan wisatawan yang segan datang ke Indonesia. Tragedi ini juga melanggar HAM dengan sangat buruk karena membunuh orang- orang  yang tidak bersalah.
Michele Carolina
Menurut pendapat saya, tragedi yang terjadi pada 12 Oktober 2002 ini merupakan tragedi yang sangat mendalam dan takkan terlupakan bagi bangsa Indonesia karena peristiwa ini tergolong kasus pelanggaran HAM yang sangat berat. Tragedi bom bali 1 ini merupakan tragedi terorisme terparah dalam sejarah Indonesia setelah adanya kemerdekaan tanah air. Tragisnya, lebih dari 200 jiwa meninggal dengan cara yang kejam dan tidak manusiawi. Bahkan, tragedi ini tidak hanya merenggut hak asasi segelintir orang- orang yang mengalaminya, tetapi juga hampir seluruh lapisan masyarakat.
Akibat kejadian tersebut, tentunya hak atas rasa aman sebagian besar masyarakat ibarat dibui. Padahal, ratusan korban dalam tragedi ini sesungguhnya memiliki hak untuk hidup dan memiliki rasa aman baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing (pasal 28I UUD 1945). Namun, pihak- pihak teroris yang tidak berperikemanusiaan dan tidak bertanggung jawab, mengabaikan bahkan menginjak- injak hak mereka sebagai pribadi ciptaan Tuhan yang bermartabat. Dengan kata lain, tragedi pengeboman ini telah melanggar hukum di Indonesia terutama pasal 28 I UUD 1945.
Seharusnya, pemerintah lebih gencar lagi dalam melakukan pengawasan dan pengamanan negara. Juga tokoh- tokoh agama diharapkan lebih berupaya keras lagi dalam menyebarkan ajaran- ajaran yang mendukung dan mengembangkan moral, persatuan, dan kesatuan masyarakyat, dibanding menyebarkan isu- isu  SARA dan mengadu domba umat beragama.
Regita Fortuna
Menurut saya, hal itu sama sekali tidak patut untuk di contoh, karena semenjak ada bom Bali, wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri menurun jumlahnya, apalagi kalau pelakunya adalah orang Indonesia sendiri, itu sama saja dengan merugikan negaranya sendiri dengan sengaja. Selain itu keamanan dari aparat di Indonesia juga harus lebih ditingkatkan lagi.
Vicky Kelvino
            Menurut saya, bom bali memang ditujukan untuk membunuh orang setempat, karena tidak ditemukan alasan pengeboman. MK juga  telah mengambil keputusan yang tepat untuk mengeksekusi mati beberapa dalang/ pelaku utama pengeboman tersebut. Dan pihak kepolisian juga telah memberikan pelayanan yang baik, dengan menelusuri dan mencari pelaku tersebut. Setidaknya, pelaku pengeboman dahsyat tersebut tidak bebas berkeliaran dan meneror/meresahkan masyarakat  lain.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar