Kamis, 17 Agustus 2017

Peristiwa Pembantaian Rawagede Disusun Oleh Kelompok 2 XI IPS 4 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
Kelompok 2 XI IPS 4 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
  1. Glenn Celine (10)
  2. M.Adit Bastillah.A (21)
  3. Nicholas Ericcson (28)
  4. Ricky Darmawan (31)
  5. Tiaranita.W (35)
Kasus pelanggaran HAM yakni Peristiwa Pembantaian Rawagede merupakan bentuk kasus pelanggaran Ham kepada Khususnya pada penduduk kampung Rawagede. Peristiwa ini terjadi antara Karawang dan Bekasi,oleh tentara Belanda pada tanggal 9 desember 1947 saat melancarkan agresi militer pertama. Pembantaian ini memakan korban sebanyak 431 penduduk.
Pertempuran yang terjadi di daerah antara Karawang dan Bekasi ini mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dari kalangan sipil. Pada tanggal 4 Oktober 1948, tentara Belanda melancarkan pembersihan.
Di Jawa Barat, sebelum Perjanjian Renville ditandatangani, Pada Pada tanggal 4 Oktober 1948, tentara Belanda melancarkan pembersihan. 9 Desember 1947, sehari setelah perundingan Renville dimulai, tentara Belanda di bawah pimpinan seorang mayor mengepung Dusun Rawagede dan menggeledah setiap rumah. Namun mereka tidak menemukan sepucuk senjata pun. Mereka kemudian memaksa seluruh penduduk keluar rumah masing-masing dan mengumpulkan di tempat yang lapang. Penduduk laki-laki diperintahkan untuk berdiri berjejer, kemudian mereka ditanya tentang keberadaan para pejuang Republik. Namun tidak satu pun rakyat yang mengatakan tempat persembunyian para pejuang tersebut.Oleh sebab itu pemimpin tentara Belanda kemudian memerintahkan untuk menembak mati semua penduduk laki-laki, termasuk para remaja belasan tahun.
Dalam peristiwa ini sebanyak 35 orang penduduk Rawagede dibunuh tanpa alasan yang jelas. Tujuh janda korban pembantaian, satu anak perempuan korban, dan seorang lelaki penyintas (survivor) lantas menggugat pemerintah Belanda atas kejadian pada tahun 1947 itu. Jaksa pemerintah Belanda berpendapat tuntutan mereka kedaluwarsa.Namun, pengadilan Den Haag pada 14 September 2012 menyatakan pemerintah Belanda bersalah dan harus bertanggung jawab. Pemerintah Belanda diperintahkan membayar kompensasi bagi korban dan keluarganya. kompensasi berupa sejumlah uang masing-masing 1 miliar rupiah.
Sumber:
Opini tanggapan,analisis,solusi,dll dari setiap anggota kelompok
1.Glenn Celine
Menurut saya,pembantaian Rawagede ini terlalu brutal.Belanda boleh memperingatkan mereka tetapi tidak dengan cara menembaki secara masal karena secara tidak langsung mereka tidak dapat HAM mereka.Anak kecil maupun wanita juga ditembaki padahal wanita dan anak-anak sangat dilindungi dinegara manapun.Walaupun kasus ini sudah diproses oleh pemerintah Belanda tetapi itu maih belum cukup.Sebaiknya kasus ini bisa jadi pelajaran bagi pemerintah Belanda maupun Indonesia bahwa betapa mengerikannya kejadian pembantaian ini maka dari itu kita harus menjaga kedamaian dan ketenangan antar negara
2. M.Adit Bastillah
Menurut saya,pembantain Rawagede itu sangat tidak manusiawi.Belanda dengan kejinya membunuh semua orang yang berada didesa tersebut tanpa ada belas kasihan sedikitpun. Orang dewasa,remaja bahkan anak kecil pun ikut merasakan kematian.Kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang untuk saling menjaga ketentraman sesama serta menghormati HAM orang lain.
3. Nicholas Ericcson
Menurut pendapat saya,pembantaian Rawagede ini sangat mengenaskan karena banyak membunuh orang-orang yang tidak bersalah terutama laki-laki dan bahkan anak-anak kecilpun ikut dibunuh karena mereka laki-laki sedangkan yang perempuan mereka dibiarkan dan merebut hak asasi mereka dari kasus pembantaian rawagede ini dapat kita simpulkan, kita harus menghargai HAM orang lain dan menghormati antar sesama.
4. Ricky Darmawan
Menurut pendapat saya kasus rawagede itu sangat kejam,karena itu telah membantai banyak orang-orang terutama remaja laki-laki dan bapak-bapak yang tidak bersalah.Mereka disiksa bahkan dibunuh.Kasus ini mengajarkan kepada kita  bahwa sesama manusia tidak boleh saling membunuh.
5. Tiaranita.W
Menurut saya, kasus Pembantaian Rawagede sangat tidak manusiawi. Karena banyak nyawa orang tidak bersalah hilang begitu saja tanpa kejelasan masalah yang pasti . Dan menurut saya kasus ini melanggar pasal 28A karena seperti yang disebutkan dalam pasal tersebut setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Dari kasus ini sebagai warga negara Indonesia dan negara asing  mendapatkan pelajaran bahwa kita harus saling menjaga dan menghormati hubungan antar negara agar tidak terjadi hal yang kejam seperti ini lagi.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar