Rabu, 30 Agustus 2017

PERISTIWA BOM BALI KELOMPOK 7 XI MIPA 2 SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG


 Disusun Oleh:
Kelompok 7 XI MIPA 2 SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG
Nama Anggota :
Delfina Patricia (10)
Mikael Christian (30)
Ni Kadek Ayu (31)
Rhea Elka (33)
Sheren Ovilia (35)


Bom Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I) adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.

Tersangka dalam kasus pengeboman ini antara lain:
1. Abdul Gani, didakwa seumur hidup
2. Abdul Hamid (kelompok Solo)
3. Abdul Rauf (kelompok Serang)
4. Imam Samudra alias Abdul Aziz, terpidana mati
5. Achmad Roichan
6. Ali Ghufron alias Mukhlas, terpidana mati
7. Ali Imron alias Alik, didakwa seumur hidup[2]
8. Amrozi bin Nurhasyim alias Amrozi, terpidana mati
9. Andi Hidayat (kelompok Serang)
10. Andi Oktavia (kelompok Serang)
11. Arnasan alias Jimi, tewas
12. Bambang Setiono (kelompok Solo)
13. Budi Wibowo (kelompok Solo)
14. Azahari Husin alias Dr. Azahari alias Alan (tewas dalam penyergapan oleh polisi di Kota Batu tanggal 9 November 2005)
15. Dulmatin (tewas tanggal 9 Maret 2010)
16. Feri alias Isa, meninggal dunia
17. Herlambang (kelompok Solo)
18. Hernianto (kelompok Solo)
19. Idris alias Johni Hendrawan
20. Junaedi (kelompok Serang)
21. Makmuri (kelompok Solo)
22. Mohammad Musafak (kelompok Solo)
23. Mohammad Najib Nawawi (kelompok Solo)
24. Umar Patek alias Umar Kecil (tertangkap di Pakistan)
25. Mubarok alias Utomo Pamungkas, didakwa seumur hidup
26. Zulkarnaen

Abu Bakar Ba'asyir, yang diduga oleh beberapa pihak sebagai salah seorang yang terlibat dalam pengeboman ini, dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum atas dugaan konspirasi pada Maret 2005, dan hanya divonis atas pelanggaran keimigrasian.

Urutan kejadian Pengeboman Bom Bali 2002 adalah sebagai berikut.
Kejadian bermula pada pukul 20.45 Wita. Salah satu pelaku, Ali Imron menyiapkan satu bom kotak dengan berat sekitar 6 kilogram yang telah dipasang sistem remote ponsel, di rumah kontrakan. Artinya bom itu diledakkan dari jarak jauh menggunakan ponsel.
Bom tersebut dibawa Ali Imron menggunakan sepeda motor Yamaha, dan diletakkan di trotoar sebelah kanan kantor Konsulat Amerika Serikat. Selanjutnya, dia pergi menuju Sari Club dan Paddy's Pub untuk memantau situasi serta lalu lintas di sekitar. Ali selanjutnya kembali ke rumah kontrakan.
Sekitar pukul 22.30 Wita, Ali Imron bersama dua pelaku bom bunuh diri, yakni Jimi dan Iqbal pergi menuju Legian dengan menggunakan mobil Mitshubishi L 300. Idris, pelaku lain, mengikuti mereka dengan menggunakan motor Yamaha.
Sesampainya di Legian, Ali Imron mengintruksikan Jimi untuk menggabungkan kabel-kabel dari detonator ke kotak switch bom mobil L 300. Jimi akan melancarkan bom bunuh diri menggunakan mobil L 300 di Sari Club.
Pada saat yang bersamaan, Ali Imron menyuruh Iqbal untuk memakai bom rompi. Iqbal juga akan beraksi sebagai 'pengantin' (sebutan untuk pelaku bom bunuh diri) di Paddy's Pub.
Setelah persiapan rampung, Iqbal turun dari mobil dan masuk ke dalam Paddy's Pub. Duar! Bom meledak dari restoran tempat nongkrong tersebut.
Sementara itu, Ali Imron turun dari mobil L 300 kemudian dijemput Idris untuk menuju Jalan Imam Bonjol. Sedangkan Jimi langsung memacu mobil menuju Sari Club, lalu meledakkan bom di dalam mobil yang ia kendarai. Bom kedua pun meledak dari mobil tersebut. Ratusan orang tewas akibat dua bom tersebut.
Di tengah perjalanan, Ali Imron menekan tombol remote control yang sudah dipasang pada ponselnya. Duar! Bom kotak meledak yang telah ia taruh sebelumnya meledak di depan konsulat Amerika Serikat. Ini merupakan bom yang ketiga dan tak mengakibatkan korban jiwa.
Sejak itu, eksodus besar-besaran terjadi di Pulau Dewata. Bandara Ngurah Rai sesak didatangi banyak warga asing, terutama tim investigasi dari Biro Investigasi Amerika Serikat (FBI).
Setelah melewati proses penyelidikan, Polri berhasil menangkap para pelaku yang dinyatakan terlibat, di antaranya Amrozi, Ali Imron, Imam Samudra, dan Ali Gufron.
Ali Imron divonis hukuman seumur hidup. Hukuman untuk Ali Imron yang menjadi "sutradara" pengeboman itu lebih ringan dari tiga tersangka lainnya yang divonis hukuman mati. Ini lantaran Ali Imron dinilai kooperatif dan membantu polisi mengungkap tabir otak terorisme di Indonesia.
Tim Investigasi Gabungan Polri dan kepolisian luar negeri yang telah dibentuk untuk menangani kasus ini menyimpulkan, bom yang digunakan berjenis TNT seberat 1 kg dan bom RDX berbobot antara 50-150 kg.
Penyebab terjadinya Bom Bali:
"Bom bunuh diri akan lebih memberikan rasa ketakutan, kalau hanya bom kurang serem," ungkap Ali Imron dalam persidangan di PN Jakarta Barat, Kamis (22/3/2012).
Ali Imron yang menjadi saksi untuk Umar patek dalam kasus bom Bali I 2002, mengungkapkan pula kenapa harus Bali yang dijadikan tempat pengeboman.
"Bali merupakan simbol internasional, di negara manapun pasti mengerti Bali, sehingga efeknya akan lebih mendunia dibanding tempat lain," ungkapnya.
Sebenarnya, aksi pembonan di Bali merupakan efek dari peristiwa Poso dan Ambon. Menurut Ali Imron, bom Bali merupakan balas dendam kaena banyak umat muslim yang terbunuh akibat konflik di Poso dan Ambon.Sehingga, sasaran yang dipilihnya tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang-orang asing.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Bom_Bali_2002
http://news.liputan6.com/read/2117622/12-10-2002-bom-bali-i-renggut-202-nyawa
http://www.tribunnews.com/nasional/2012/03/23/ini-alasan-teroris-melakukan-bom-bunuh-diri

Pendapat para penyusun:
1. Delfina Patricia

Menurut saya peristiwa pengeboman yang terjadi di bali pada tanggal 12 oktober 2002 merupakan peristiwa terparah yang terjadi di Indonesia karena banyak orang yang meninggal ataupun luka-luka akibat peristiwa tersebut baik warga negara asing maupun warga negara indonesia. Seharusnya para warga yang terlibat tidak melakukan hal tersebut karena hal tersebut sudah melanggar hak asasi manusia, pelanggaran yang terjadi di dalam peristiwa ini adalah penghilangan hak untuk hidup dan penghilangan hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan, hak untuk tidak disiksa

2. Mikael Christian

Menurut pendapat saya Bahwa peristiwa yang terjadi pada tanggal 12 oktober 2002 bom Bali terjadi di bali dan  banyak memakan korban yang tidak bersalah dan sekitar kurang lebih 200 orang meninggal yang menjadi korban      Dan 200 orang lagi luka luka dan tindakan terosisme telah diatur dalam perpu no 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak terorisme 

3. Ni Kadek Ayu

Menurut pendapat saya peristiwa Boom bali yang terjadi pada tanggal 12 oktober 2002 merupakan peristiwa yang menyedihkan, karena pada saat itu mereka para orang tua, orang muda, para warga indonesia, warga asing sekalipun  tewas terkena ledakan tersebut. Mereka yang tidak bersalah sekali p. Dalam kasus ini dapat dilihat bahwa adanya pelanggaran HAM yang terjadi diantaranya adalah penghilangan hak untuk hidup, dimana mereka semua terbunuh . Penghilangan Hak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan,hak untuk tidak disiksa, hak untuk memiliki kemerdekaan pikiran dan hati nurani. Hak-hak tersebut yang seharusnya mereka dapat malah sama sekali tidak di dapatkannya, mereka malah tewas terbunuh. Selain itu karena tragedi boom tersebut mereka yang memilik tempat usaha di sekitar tempat kejadian juga dirugikan karena tragedi tersebut.

4. Rhea Elka Pandumpi
Tindakan pengeboman itu adalah pelanggaran HAM yang amatlah berat. Pelaku tega melanggar hak manusia lain untuk hidup, bahkan manusia yang tidak dikenalnya sama sekali. Pelaku yang melakukan bom bunuh diri pun, melanggar haknya sendiri untuk hidup dan dengan demikian menyia-nyiakan pemberian Tuhan. Apalagi, hak yang diserang pada kasus ini adalah hak untuk hidup. Apabila hak untuk hidup saja sudah tidak dimiliki, maka hak-hak lain juga tak dapat dimiliki oleh orang lain karena nyawanya sudah tidak ada lagi. Contohnya: bila tidak tewas karena pengeboman, para korban mungkin saja dapat membentuk keluarga atau ikut andil dalam pemerintahan, dan mendapatkan hak-haknya secara maksimal. Tapi bagaimana hak itu dapat diperoleh, jika hak untuk hidup saja sudah dilanggar?  Cukup mencengangkan bahwa salah satu motif dari pengeboman ini adalah guna membuat rasa takut pada masyarakat. Yang artinya pelaku berusaha mencari kepuasannya sendiri dengan ketakutan orang lain, alasan yang amatlah sepele untuk melayangkan nyawa orang.

5. Sheren Ovilia

Menurut saya, tindakan yang dilakukan orang-orang Indonesia tersebut merupakan tindakan yang melanggar HAM karena setiap orang memiliki hak untuk hidup. Pelaku pengeboman tersebut seharusnya tidak melakukan pengeboman itu apalagi di negara sendiri karena dapat merugikan pendapatan negara melalui menurunnya jumlah wisatawan, kemudian keamanan di Indonesia juga harus ditingkatkan lagi sehingga tidak terjadi peristiwa kriminal di Indonesia baik yang dilakukan oleh warga negara asing maupun warga negara Indonesia sendiri.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar