Minggu, 20 Agustus 2017

PEMBUNUHAN MUTILASI HERI SANTOSO Disusun Oleh Kelompok 4 XI MIPA 5 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
Kelompok 4  XI MIPA 5  SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
1.      Ciatopo Kotjik Kotan,
2.      Della Aprilia,
3.      Dicky Setiawan,
4.      Ivana Thania, dan
5.      Jevent Natthannael

 


Pembunuhan mutilasi merupakan kasus pelanggaran HAM karena, menyebabkan kematian terhadap manusia yang memiliki hak untuk hidup dan mempertahankan diri dari ancaman apapun. Salah satu pembunuhan tersadis yang pernah terjadi di Indonesia adalah "Pembunuhan Mutilasi Heri Santoso" yang terjadi pada tahun 2008 lalu.
Kasus ini berawal pada saat Heri Santoso (sang korban) yang berkunjung ke apartemen Verry Idham Henyaksyah alias Ryan (sang pelaku). Carlo menjelaskan Heri mengunjungi Ryan dengan mobil Suzuki APV hitam, B-8986-CR, pukul 20.00, Jum'at (11/7). Di apartemen, Heri melihat foto Noval, kekasih Feriansyah yang akrab dipanggil Ryan. Lalu Heri pun jatuh hati pada Noval, dan menyampaikan hal itu pada Ryan. Heri lalu menawarkan sejumlah uang kepada Ryan agar Noval bisa berhubungan intim dengan Heri. Ryan tersinggung dan marah, lalu terjadilah cekcok mulut antara mereka. Dimana hal seperti menawarkan kekasih seseorang untuk berhubungan intim dengan imbalan sejumlah uang adalah hal yang umum dikalangan kaum gay alias homoseksual. Tersinggung kekasih prianya ditawar, tersangka Ryan (pria, 30) akhirnya menikam Heri (40) dan memukuli korban dengan sebatang besi.
Setelah menjadi mayat, Ryan memotong-motong jenazah Heri menjadi tujuh bagian lalu memasukkannya ke dalam dua koper besar dan kecil, serta dalam sebuah plastik. Sebelum dimasukkan, potongan-potongan mayat itu dicuci Ryan. Lantai kamar dan ranjang pun dibersihkan dari darah. Kebencian Ryan pada Heri ditunjukkan Ryan dengan merusak alat vital Heri. Ekspresi kebencian seperti ini umum dilakukan kalangan homoseksual. Dengan membawa potongan-potongan jenazah itu, Ryan naik taksi. Ia lalu membuang potongan jenazah itu di dua lokasi di tepi Jalan Kebagusan Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7) subuh. Yang entah bagaimana pembuangan mayat yang berbau anyir darah tersebut dan meninggalkan koper besar dijalan tidak mengundang kecurigaan supir taksi. Potongan-potongan mayat korban lalu ditemukan oleh warga setempat pukul 08.00. Ketika ditanya wartawan mengapa Ryan membawa potongan jenazah dengan taksi dan tidak menggunakan mobil Heri, Carlo menjawab, "Ada alat pengaman tingkat tinggi yang rumit di kunci mobil Heri yang membuat Ryan tak bisa menggunakan mobil itu,". "Celana jins yang ditemukan di tempat pembuangan itu milik Ryan," lanjutnya. Setelah membuang potongan mayat Heri, Ryan memanfaatkan uang korban senilai Rp 3.040.000, dua kartu kredit BNI, dan satu kartu kredit ANZ, serta kartu anjungan tunai mandiri (ATM) BCA untuk berfoya-foya dengan kekasih nya Noval. Ryan ditangkap di salah satu rumah di Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat, 15 Juli 2008. Ryan membunuh Heri di Margonda Garden Residence, kamar 309, Jalan Margonda Raya, Depok.
Selain itu, polisi juga mendapati adanya laporan hilangnya Aril, seorang agen properti berwajah tampan yang sudah hilang 4 bulan. Sebelum hilang, Aril pamit pergi dengan Ryan ke Surabaya. Ryan kemudian mengaku telah membunuh Aril dan mayatnya ditanam di rumahnya di Jombang, Jawa Timur. Polisi lalu membawa Ryan ke rumahnya di Jombang. Mayat Aril yang sudah ditanam pun dibongkar. Polisi curiga korban Ryan tidak cuma Heri dan Aril. Ryan terus diperiksa intensif. Hingga akhirnya diketahui ada 10 jasad korban pembunuhan Ryan yang ditanamnya di belakang rumahnya. Ditambah Heri Santoso, total Ryan menghabisi 11 orang.
Korban yang ditanam di belakang rumah Ryan adalah Grady, Vincentius Yudhy Priyono alias Vincent (30), Grendy, Guruh Setyo Pramono alias Guntur, Agustinus F Setiawan alias Wawan (28), Nanik Hidayati (31) dan putrinya Sylvia Ramadani Putri (3), Aril Somba Sitanggang (34), Muhammad Akhsoni alias Soni (29), dan Zaenal Abidin alias Zeki (21).
Akhirnya Ryan disidang di PN Depok, Jawa Barat dan dijatuhi hukuman mati. Hukuman mati itu dikuatkan di tingkat banding, kasasi dan peninjauan kembali (PK). Upaya hukum luar biasa itu ditolak pada 5 Juli 2012. Meski seluruh upaya hukum telah mentok, Ryan tak kehilangan akhir. Dia mengaku akan mengajukan permohonan grasi kepada presiden.

Sumber:


OPINI MENURUT ANGGOTA KELOMPOK
1.      Ciatopo Kotjik Kotan
Menurut saya, hal yang dilakukan Ryan ini sangatlah tidak berprikemanusiaan, karena seseorang tidak berhak untuk mengambil nyawa seseorang bagaimana pun alasannya, hanya Tuhan YME-lah yang berhak melakukannya karna Tuhan-lah yang memberikan seseorang kehidupan.

2.      Della Aprilia
Menurut saya, tindakan yang dilakukan oleh Verry Idham Henyaksya alias Ryan itu sangatlah tidak mencerminkan bahwa ia adalah rakyat Indonesia yang seharusnya menjunjung tinggi HAM. Dan perilaku Ryan tersebut sangatlah sadis/kejam  karena ia telah melenyapkan nyawa seseorang dan memotong-motong bagian tubuh menjadi 7 bagian atau yang sering disebut "Mutilasi" . Yang di lakukan oleh Ryan ini tentunya telah melanggar Syariat agama dan hukum Negara  yakni pasal 28A, pasal 28G ayat 2, dan pasal 28I ayat 1. Selain itu juga Ryan telah membunuh 10 orang sebelum nya dan menguburkannya di belakang rumahnya.Hal tersebut sangatlah merisaukan masyarakat Indonesia dengan adanya kasus pembunuhan mutilasi ini. Apalagi Ryan tersebut sebenarnya adalah orang yang penyuka sesama jenis (gay) yang sangat tidak diperbolehkan di Indonesia ini. Jadi menurut saya sebaiknya Ryan tersebut di hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku atau boleh juga dieksekusi mati agar tidak menyebabkan kasus pembunuhan mutilasi tersebut terulang kembali dan rakyat yang telah melakukan hal tersebut menjadi jera dan yang memiliki kelainan seperti gay tersebut harus cepat di sembuhkan (rehabilitasi).


3.      Dicky Setiawan
Menurut saya, kasus pembunuhan ini sangat sadis dan pelaku dari pembunuhan ini sebenarnya tidak perlu membunuh seseorang hanya karena tersinggung atau cemburu. Dimana hanya karna tersinggung ia sudah membunuh orang dan melanggar HAM. Ditambah lagi bukan hanya 1 orang tetapi 11 orang, jadi saya harap tersangka dapat dihukum sesuai hukuman yang berlaku dan setimpal dengan perbuatannya.

4.      Ivana Thania
Menurut saya, tindakan yang dilakukan tersangka Ryan sangatlah tidak berprikemanusiaan. Ia telah membunuh lalu memutilasi seseorang dengan sangat kejam dan sadis hanya karna rasa cemburu. Dimana hal itu telah melanggar hukum yang ada di Indonesia dan HAM yang terdapat pada pasal 28A, 28G 2, dan 28I ayat 1 yang terdapat pada UUD Negara RI tahun 1945. Yang berisi tentang Hak seseorang untuk hidup dan mempertahankan hidupnya, serta bebas dari penyiksaan. Apalagi selain Heri, Ryan juga telah membunuh 10 orang dan menguburnya dibelakang rumahnya, tentu hukuman yang harus diterima Ryan haruslah lebih berat, dan saya setuju dengan hukuman mati yang diberikan. Dan saya berharap hukuman ini dapat menggalakkan kembali hukum yang ada di Indonesia dan menjadi peringatan, sehingga masyarakat Indonesia dapat menjunjung tinggi HAM dengan lebih baik.

5.      Jevent Nathannael
Menurut saya, tindakan yang dilakukan oleh Ryan sangatlah tidak berprikemanusiaan. Menurut penyelidikan, yang menyatakan bahwa Ryan memutilasi Heri menjadi 7 bagian lalu membuangnya, hal ini tentu melanggar HAM yang terdapat pada pasal 28A , 28G ayat 2, dan 28I ayat 1. Pelanggaran hukum yang telah dilakukan Ryan ini belum lagi ditambah dengan 10 pembunuhan lain yang telah dilakukannya. Selain itu, tindakan homoseksual yang melanggar norma agama juga tidak dapat dipandang remeh, hal ini dapat mengakibatkan bertambah pesatnya hubungan antar sesama jenis yang tidak diperbolehkan dalam hukum yang ada di Indonesia. Saran yang dapat saya berikan sebagai orang awam dan seorang pelajar adalah agar Ryan dihukum sesuai undang-undang yang berlaku dan seberat beratnya atas tindakannya yang tidak berprikemanusiaan.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar