Jumat, 18 Agustus 2017

PEMBULLYAN MUHAMMAD FARHAN MAHASISWA UNIVERSITAS GUNADARMA Disusun Oleh Kelompok 7 kelas XI MIPA 8 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
Kelompok 7 kelas XI MIPA 8 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
Albert Pratama Gunawan(1)
Fairuzan Pasyah Alhakim(11)
Halim(15)
Jovianto Saputra(19)
Lavenia Pangestu (22)



            Kasus pelanggaran HAM yang berupa Perundukan terhadap Muhammad Farhan, Seorang mahasiswa dari Universitas Gunadarma.Kasus yang terjadi pada Juli 2017, Kejadian ini bermula pada sekitar Juli awal, Ketika salah seorang siswa yang melakukan perundukan mengunggah sebuah video yang berisikan rekamannya yang sedang melakukan perundukan terhadap seorang mahasiswa lain yang bernama Farhan. Siswa yang berinisial YLL itu bersama kedua temannya yaitu AA dan HN, Melakukan pembulian kepada Farhan yang merupakan mahasiswa lain  dalam universitas yang sama. Berawal dari keisengan untuk mengunggah video tersebut, Lama-kelamaan banyak sekali kritikan dari Netizen yang menyebabkan video ini menjadi booming dikalangan media sosial. Pihak universitas yang mengetahui ini memutuskan untuk memberikan hukuman berupa skorsing kepada AA,HN dan YLL selama 12 bulan atau 1 tahun serta 10 orang lain yang juga diduga ikut serta dalam perundungan juga dijatuhi hukuman yang lebih ringan. Dengan adanya keputusan yang telah dibuat oleh pihak universitas, Farhan sangat berterima kasih karena mulai dari saat itu ia mulai menjalani aktivitasnya tanpa adanya perundungan dari orang lain.
            Kasus ini termasuk kasus pelanggaran HAM kejadian yang dilakukan oleh AA, HN dan YLL telah melanggar beberapa pasal mengenai HAM yang telah ada pada Pasal 27-34. Dimana setiap orang berhak mendapat penghidupan yang layak, mempertahankan hidup dan kehidupannya, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, dan lainnya.

            Sumber:

            Opini anggota kelompok:
1.      Albert Pratama G.
Menurut saya, Kasus ini sangat memprihatinkan karena perundungan tersebut dapat menjerumuskan kita kedalam konflik/perpecahan antar teman. Perundungan juga dapat berujung pada depresi sampai kematian. Seharusnya hal ini tidak terjadi dan jika terjadi hingga saat ini dapatmembuat orng/korban yang dirundungkan menjadi depresi berat/gangguan menttal.

2.      Fairuzan Pasyah A.H.
Perundungan yang baru baru ini terjadi memang sudah lama ada tetapi sayangnnya tidak pernah dijadikan masalah yang serius, Malahan hanya dijadikan bahan bercandaan bagi seseorang yang melakukan pembulian. Menurut saya mulai saat ini pemerintah harus memulai untuk menaati, mematuhi dan menjadikan undng undang yang adaa sebagai pedoman hidup. Bagi seseorang yang terkena hal  ini mereka harus mulai berani bersuara, melawan mereka yang memrundukan dan bukan hanya diam. Tidak melalui sebuah kekuatan tetapi tunjukan kepada mereka bahwa kau bisa lebih baik dari pada mereka.

3.      Halim
Pendapat saya seharus ny generasi muda jaman sekarng tdk lh untuk bersikap hal yg tidak berguna , pembullian merupakan pelanggaran ham di mana semua orang berhak untuk hidup normal tanpa ada gangguan yang merugikan pihak lain. jadikanlh kehidupan kita untuk melakukan hal yg berguna dan dapat memajukan bangsa agar generasi muda dapat berkembang maka dari itu pelanggaran ham yg berbagai bentuk pun baik kecil maupun besar dapat menghambat majunya bangsa ,Ayolah kita semua agar bersatu dalam membantu bangsa kita ini dengan tidak melakukan pelanggaran Ham dan dapat menjadi contoh yang baik buat bangsa dan negara kita tercinta ini

4.      Jovianto Saputra
Menurut saya Di jaman modern ini pelanggaran ham marak terjadi seperti yang saya khususkan kepada kasus ini , hal ini dapat membuat kehidupan sang korban dapat hancur dan tidak bisa menikmati masa remajanya dengan layak. Kita seharusnya memiliki sifat kemanusiaan kepada semua orang agar orang dapat hal hal yang baik yang kelak dapat berguna di masa depannya dan bahkan untuk bangsa kita ini. maka dari sekarang kita mulai membantu negara kita ini agar terhindar dari hal yang dapat merugikan negara dengan adanya kasus ini dapat dijadikan pembelajaran bahwa agar tidak merampas hak orang lain dengan demikian dapat terciptanya suasana yang sejahtera maka dari sekarang stop pelaggaran HAM!!

5.      Lavenia Pangestu
Menurut pendapat saya, Kejadian tersebut sangat tidak patut di tiru. Seharusnya para siswa tersebut tidak membully orang lain hanya karena mereka berbeda. Harusnya mahasiswa tersebut menghormati sesama mereka. Apalagi mereka itu berasal dari satu sekolah yang sama. Para mahasiswa tersebut seharusnya menghargai sesama mereka,karena setiap orang memiliki HAM yang sama. terutama hak untuk hidup dan memperoleh keadilan. Hak ini juga diatur dalam pasal 28 B ayat 2 yang menyatakan bahwa semua orang berhak untuk kelangsungan hidup,tumbuh dan berkembang,serta berhak atas perlindungan diri dari kekerasan dan diskriminasi.
Hak ini juga diatur dalam pasal 28 G yang menyatakan bahwa manusia berhak atas perlindungan diri dan atas rasa aman serta bebas dari penyiksaan dan perilaku yang merendahkan derajat Martabat manusia.hak ini juga diatur dalam pasal 28 I yang menyatakan tentang hak untuk hidup dan tidak disiksa. serta terbebas dari perlakuan yang diskriminatif.oleh karena itu,alangkah baiknya semua orang memahami apa arti penting dari HAM itu sendiri. karena pada dasarnya semua orang itu memiliki martabat dan kedudukan yang sama.dan menurut saya,tindakan yg diambil oleh pihak sekolah dalam menghukum para mahasiswa yang melakukan Perundungan sudah benar,karena mereka memang harus diberi pelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang sama. hal ini juga membuat orang lain sadar akan pentingnya HAM dan tidak melakukan perbuatan seperti itu lagi.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar