Kamis, 17 Agustus 2017

PEMBANTAIAN MASSAL KOMUNIS (1965-1966) Disusun Oleh Kelompok 1 Kelas XI IPS 4 SMA XAVERIUS 1 Palembang

Disusun Oleh :
Kelompok 1 Kelas XI IPS 4 Sma Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota :
1. Hanny Susanto (11)
2. Jenni (15)
3. Maria Yolanda (23)
4. Regina Vanissa (30)
5. Steveen Winarko Albeto (32)

6. Yogi Septiargy S (36)
Link Video Youtube : https://youtu.be/Tcb900622R0
Penjelasan Mengenai kasus
            Pembantaian massal komunis adalah peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September (G30S/PKI) di Indonesia. Pembersihan ini merupakan peristiwa penting dalam masa transisi ke Orde Baru: Partai Komunis Indonesia (PKI) dihancurkan, pergolakan mengakibatkan jatuhnya presiden Soekarno, dan kekuasaan selanjutnya diserahkan kepada Soeharto. Dimulai sejak 1965-1966 yang menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar yang terjadi di dunia pada abad ke-20. Partai komunis Indonesia (PKI) sendiri merupakan partai komunis terbesar ke-5 di dunia. Korban pembunuhan massal ini jauh lebih banyak dibandingkan korban pengeboman kota Hirosima dan Nagasaki yang tewas karena serangan bom atom Amerika Serikat dan perang Vietnam yang terjadi bertahun-tahun.
            Pembantaian dimulai pada Oktober 1965 di Jakarta, yang selanjutnya menyebar ke Jawa Tengah dan Timur, dan Bali. Pembantaian dalam skala kecil dilancarkan di sebagian daerah di pulau-pulau lainnya, terutama Sumatera. Pembantaian terburuk meletus di Jawa Tengah dan Timur. Korban jiwa juga dilaporkan berjatuhan di Sumatera utara dan Bali.
            Hingga saat ini, jumlah korban atas pembantai massal komunis ini pun tidak ada kepastiannya. Diperkirakan lebih dari setengah juta orang yang di bantai dan lebih dari satu juta orang yang di penjara dalam peristiwa tersebut. Warga keturunan Tionghoa juga turut menjadi korban. Beberapa dari mereka dibunuh, dan harta benda mereka dijarah. Di Kalimantan Barat, sekitar delapan belas bulan setelah pembantaian di Jawa, orang-orang Dayak mengusir 45.000 warga keturunan Tionghoa dari wilayah pedesaan. Ratusan hingga ribuan di antara mereka tewas dibantai. Orang-orang yang menjadi korban dalam pembantaian massal tersebut adalah anggota dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dan orang-orang yang dituduh sebagai komunis. Para korban dibunuh dengan cara di tembak, di penggal, di cekik ataupun di gorok oleh angkatan bersenjata.
            Penangkapan dan penahan belanjut terus menerus sampai 10 tahun setelah pembantaian. Tahun 1977, laporan dari Amesty Internasional menyatakan sekitar 1 juta orang yang dituduh terlibat dalam kasus tersebut. Mereka yang di tahan seperti polistisi, artis dan penulis misalnya Pramoedya Ananta Toer, petani dan tentara. Banyak yang tidak mampu bertahan pada periode pertama masa penahanan dan akhirnya meninggal akibat kekurangan gizi dan penganiayaan.
            Tindakan Soekarno yang ingin menyeimbangkan nasionalisme, agama melalui Nasakom telah usai. Banyak Muslim yang tak lagi memercayai Soekarno. Pada awal 1966, Soeharto secara terbuka mulai menentang Soekarno, sebuah tindakan yang sebelumnya berusaha dihindari oleh para pemimpin militer. Pada 12 Maret 1967 Soekarno dicopot dari sisa-sisa kekuasaannya oleh Parlemen sementara, dan Soeharto menjabat sebagai Presiden Sementara. Pada 21 Maret 1968, Majelis Permusyawaratan Rakyat secara resmi memilih Soeharto sebagai presiden.
            Pembantaian ini hampir tidak pernah disebutkan dalam buku sejarah Indonesia, dan hanya memperoleh sedikit perhatian dari rakyat Indonesia maupun warga internasional. Akan tetapi, setelah Soeharto mundur pada 1998, dan meninggal pada tahun 2008, fakta-fakta mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam pembantaian ini mulai terbuka kepada masyarakat dalam tahun-tahun berikutnya.
Sumber :
Tanggapan :
1. Hanny Susanto (11) : Menurut saya, Pembantaian massal komunis pada zaman itu harus di berantas dan di ketat karena itu melanggar HAM dan sangat tidak manusiawi dan sangat merugikan bagi sesama.
2. Jenni (15) : Menurut saya, pembantaian massal komunis ini jelas melnggar hak asasi manusia. Walapun partai komunis indonesia merupakan partai yang bersifat atheis dan melanggar HAM tetap saja para anggotanya dilindungi oleh HAM. Tidak benar caranya kalau membunuh, menyiksa dengan cara menggorok, di cekik, ditembak dan asal saja menuduh. Bisa saja orang yang dibunuh itu bukan anggota dari komunis dan orang yang dituduh bukan dalang atau juga bagian dari komunis. Menurut saya, partai komunis tersebut memang harus di bubarkan karena tidak sesuai dengan ideologi Indoensia yaitu pancasila. Kelompok dari partai komunis yang jelas-jelas melnggar semua ideologi tersebut. Tetapi tetap saja caranya itu salah. Jadi, kasus pembantai massal komunis ini murni pelanggaran Hak Asasi Manusia.
3. Maria Yolanda (23) : Menurut saya, pembantai massal pada komunis itu sangatlah tidak wajar dan tidak berperikemanusiaan dan melanggar HAM
4. Regina Vanissa (30) : Menurut saya, pembantaian massal komunis merugikan banyak orang hingga orang yang menjadi korban tidak mengetahui alasan yang jelas dan tidak ada yang bertanggung jawab atas pembantaian ini.
5. Steveen Winarko Albeto (32) : Menurut saya, pembantaian massal komunis sangatlah tidak manusiawi dan sangat tidak sesuai dengan HAM yang ada
6. Yogi Septiargy S (36) : Menurut saya, aksi pembantaian komunis ini sudah sangat melanggar HAM, karena manusia tidak punya hak untuk menghilangkan nyawa seseorang. lebih baik di penjarakan seumur hidup dibandingkan nyawanya yang di ambil.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar