Rabu, 16 Agustus 2017

Ledakan Bom dan Penembakan di Paris Disusun oleh Kelompok 5 XI IPS 3 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun oleh :
Kelompok 5 XI IPS 3 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama anggota :
1. Melisa Apriliyanti
2. Ricky Sucipto
3. Stephanus Kevin
4. Tamara Graciella
5. Vanny Juliastine




Link video :
Pada malam hari tanggal 13 November 2015, serangkaian serangan teroris terencana penembakan massal, bom bunuh diri, dan penyanderaan terjadi di Paris, Perancis dan Saint-Denis, kota pinggiran sebelah utara. Sejak pukul 21:16 terjadi enam penembakan massal dan tiga bom bunuh diri terpisah dekat Stade de France.Serangan paling mematikan terjadi di teater Bataclan, lokasi penyanderaan dan tembak-menembak antara pelaku dan polisi yang berakhir pukul 00:58 tanggal 14 November.
Sedikitnya 129 orang tewas, 89 di antaranya di teater Bataclan. 352 orang lainnya cedera dalam serangan ini, termasuk 99 penderita luka serius. Selain korban sipil, enam pelaku tewas dan pihak berwenang masih terus memburu pelaku lain. Sebelum serangan terjadi, pemerintah Perancis meningkatkan kewaspadaan setelah serangan Januari 2015 di Paris yang menewaskan 17 orang, termasuk warga sipil dan polisi.Pukul 23:58, Presiden Fran├žois Hollande mengumumkan Keadaan darurat untuk pertama kalinya sejak kerusuhan 2005, dan menutup perbatasan Perancis untuk sementara. Jam malam diberlakukan di Paris untuk pertama kalinya sejak 1944.
Tanggal 14 November, Negara Islam Irak dan Syam (NIIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Motif NIIS adalah balas dendam atas keterlibatan Perancis dalam Perang Saudara Suriah dan Perang Saudara Irak. Hollande mengatakan bahwa serangan ini sudah direncanakan dari luar negeri "oleh Daesh,"dengan bantuan di dalam negeri," dan mencap serangan ini sebagai "tindakan perang."Serangan ini merupakan aksi paling mematikan yang terjadi di Perancis sejak Perang Dunia II, dan di Uni Eropa sejak bom kereta api Madrid tahun 2004.
Kronologi Kejadian :
Jumat (13/11) pukul 20.30 waktu Paris, Dilaporkan terdengar dua suara ledakan di sebuah restoran dekat Stade de France.
Pukul 21.20, Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan bom bunuh diri dekat pintu masuk stadium Stade de France, dimana Presiden Francois Hollande menonton pertandingan persahabatan Timnas Prancis dan jerman. Ledakan ini  erenggut nyawa sang pelaku dan 35 orang lainnya.
Pukul 21. 25, Dipersimpangan jalan rue Bichat dan rue Ailbert, sekelompok orang bersenjata menhamburkan peluru ke arah warga yang tengah duduk di tersa bar Carillon dan restoran the Petit Cambodge, mengakibatkan 15 orang tewas dan 10 luka luka.
Pukul 21.50 waktu Paris , Dilaporkan ada penembakan di restoran dan bar Le Carillon yang berjarak 8 kilometer dari Stade de France. Awalnya pengunjung mengira suara ini berasal dari petasan, namun kemudian ada seorang pria yang melepas tembakan ke arah pengunjung restoran itu. Pria bersenjata itu juga melepas tembakan ke arah pengunjung restoran Petit Cambodge, restoran Kamboja yang ada di seberangnya. Lalu pria itu masuk ke dalam Le Carilon dan kembali melepas tembakan brutal. Sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas dalam penembakan itu.
Pukul 21.57 waktu Paris, Polisi setempat mendapat laporan soal adanya penyanderaan di Bataclan, gedung teater yang tengah digunakan untuk konser band rock asal Amerika Serikat, Eagles of Death. Sedikitnya 100 orang dilaporkan disandera di dalam gedung ini.Beberapa orang yang berhasil lolos menuturkan bagaimana mengerikannya situasi di dalam gedung. Lautan darah disebut memenuhi bagian dalam gedung tersebut. Polisi menyebut puluhan orang tewas dalam penembakan di gedung itu. 
Pukul 22.00 dipastikan ada 18 orang warga sipil meninggal. Pukul 22.08 korban jiwa bertambah menjadi 26 orang, 15 berasal dari teater Bataclan. 60-100 penonton band rock Eagles of Death Metal menjadi sandera. Pukul 22.15 Presiden Hollande dievakuasi. Pukul 23.00 waktu Paris, Presiden Francois Hollande menetapkan situasi darurat nasional dan menyatakan penutupan sementara seluruh perbatasan Prancis. Korban tewas dari keseluruhan serangan dilaporkan meningkat menjadi 42 orang.
Pukul 23.20 , Kepolisian prancis mengonfirmasi 2 serangan bom bunuh diri didekat stadion Stade de France. Lalu ada penembakan dan ledakan di teayer Bataclan. Pukul 23.30, polisi menyerbu Teater Bataclan. 2 penyerang tewas. 80 warga meninggal. Pukul 23.55 waktu Paris, Tentara bergerak menyerang teroris. Lalu pengepungan berakhir
14 November 2015 Pukul 01.00. Kepolisian Prancis mengkonfirmasi teroris menggunakan sabuk bom.Pukul 1.40,  Semua teroris dinyatakan tewas. Pukul 03.00. Presiden menyatakan perang terhadap teroris. Pukul 03.30. Teroris mungkin masih berkeliaran. Lalu pukul 09.40 . ISIS menyatakan bertanggung jawab dalam serangan
Pukul 12.25 Ditemukan identitas pelaku pengeboman di stadion de france. Pukul 18.21. Francois Molins mengonfirmasi 129 orang meninggal. 99 Kritis, 352 terluka

Sumber :
https://www.brilio.net/news/ini-kronologi-lengkap-serangan-teror-di-paris-sumpah-mencekam-151116b.html
https://news.detik.com/internasional/3071011/kronologi-berbagai-penembakan-dan-ledakan-di-paris-dalam-semalam
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Serangan_Paris_November_2015


Pendapat masing-masing anggota kelompok.

Melisa Apriliyanti
Menurut saya kasus bom dan penembakan di Paris sudah sangat melanggar HAM salah satunya hak untuk hidup, dimana dalam tragedi tersebut merenggut banyak nyawa. Sebaiknya pemerintah paris lebih memperketat keamanan seperti dengan melakukan pengawasan di objek-objek yang dianggap rawan dan pusat keramaian, karena dalam kasus ini pemerintah Paris dapat dikatakan lalai dimana salah satu lokasi kejadian merupakan objek keramaian.

Ricky Sucipto
Menurut saya, peristiwa bom Paris 2015 tersebut pasti sangat membuat masyarakat sekitar menjadi resah, karena banyak sekali masyarakat sekitar yang HAM nya telah direnggut. Tidak tanggung-tanggung, para teroris tersebut merenngut hak manusia yang paling dasar, yaitu hak untuk hidup. Jadi sebaiknya pemerintah setempat tetap menjaga keamanan dan hubungan luar negeri agar terjalin dengan baik supaya hak setiap masyarakatnya dapat terjaga dan terjamin.

Stephanus Kevin
Menurut saya tindakan yang harus di lakukan pemerintah Paris adalah dengan cara memperketat penjagaan diwilayahnya, karena jika tidak ISIS/teroris akan terus bertindak dalam melumpuhkan ibu kota Perancis tersebut, itupun merupakan pelanggaran HAM yang angat berat karena peristiwa tersebut telah memakan banyak korban jiwa.

Tamara Graciella
Menurut pendapat saya, kasus ini merupakan kasus pelanggaran HAM yang sangat berat karena menyangkut kehidupan orang banyak dan hal ini tidak sesuai dengan pasal 28 A UUD 1945, yaitu hak untuk hidup. Apalagi hak untuk hidup merupakan hal yang paling dasar yang dimiliki setiap manusia. Korban- korban dari pelaku pengeboman dan penembakan di Paris ini juga tidak salah dan tidak pantas untuk dibunuh. Mereka tidak ikut andil dalam peperangan terhadap Suriah dan Irak, hanya karena pemerintah Perancis yang ikut andil malah berdampak pada ratusan warga Paris yang dibunuh. Seperti yang kita tahu alasan ISIS, pelaku pengeboman di Paris ini adalah balas dendam karena Perancis yang ikut andil dalam melakukan perang terhadap Suriah dan Irak. Jadi saran saya, sebaiknya teroris seperti ISIS harus segera ditangani, Perancis dan negara-negara lain termasuk di Indonesia juga harus semakin waspada akan keberadaaan teroris. Pemerintah Perancis lain kali juga harus hati-hati dalam mengambil keputusan dan sebaiknya jangan terlalu ikut campur dengan urusan negara lain seperti penyerangan kepada irak dan Suriah. Selain itu, Pemerintah Perancis dan negara lain juga harus waspada dan lebih memperketat kemanan baik di imigrasi, perbatasan maupun tempat ramai didalam negeri agar ISIS maupun teroris lain tidak berkembang dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali di negara manapun.

Vanny Juliastine
Menurut pendapat saya, sebaiknya mereka jika memiliki masalh sendiri bisa dibicarakan baik-baik. Sebab jika mereka saling ngebom, masyarakat yang tidak tersangkut dapat terkena musibah.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar