Senin, 14 Agustus 2017

BOM BALI Disusun Oleh Kelompok 7 XI MIPA 6 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
Kelompok7 XI MIPA 6 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota
1.      Chikal Dwi Aurelia ( 03)
2.      Florentina Nixie (10)
3.      Jutaris Agung Perdana (16)
4.      Roberto Camerino (29)
5.      Yanuar Wiriyanadi Halim ( 37)




Bom Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I)adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.

Sumber :




Pendapat penyusun :

Yanuar Wiriyanadi Halim
Menurut pendapat saya , peristiwa bom bali sangatlah tidak berprikemanusiaan. Peristiwa yang dilakukan oleh teroris ini merupakan salah satu pelanggaran HAM yang sangat berat karena telah melibatkan penghilangan nyawa banyak orang yang tidak bersalah. Peristiwa ini melanggar UUD 1945 pasal 28I ayat 1 yaitu hak untuk hidup. Selain itu, peristiwa bom Bali ini telah membuat banyak kerugian lain selain korban jiwa seperti , kerugian dari dampak bom itu sendiri yaitu rusaknya bangunan. Belum lagi, Hal ini membuat rusakny nama Negara Indonesia dan membuat warga asing enggan berwisata ke Pulau Bali yang dulunya termasuk salah satu tujuan liburan warga negara asing di Indonesia. Hal ini membuat berkurangnya pendapatan negara. Untuk kedepannya , pemerintah harus lebih sigap terhadap teroris agar hal ini tidak terulang lagi dengan berbagai upaya yang lebih efektif.

Florentina Nixie
Menurut saya, kasus bom bali ini seharusnya tidak  terjadi. Karena seharusnya hal ini telah di pikirkan terlebih dahulu oleh pihak pemerintahan karena dalam pasal 28 G ayat 1 yang berbunyi "Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi". Perlindungan rakyat adalah hal yang utama yg harus di junjung tinggi oleh pemerintah sehingga para teroris tidak dapat berdiam dan melakukan hal- hal yang berbau pengeboman yang dapat merebut jiwa orang- orang ysng tidak bersalah di kawasan indonesia. Dalam kasus ini terjadi di Bali dimana Bali merupakan salah satu icon wisata di negara indonesia dengan banyaknya kunjungan wisatawan luar negeri yang tertarik untuk mengunjungi kota tersebut. Tetapi dengan adanya kasus ini, jumlah wisatawan berkurang dan otomatis pendapatan negara juga berkurang. Maka daripada itu pemerintah harus memperketat keamanan negara. Kasus ini juga melanggar pasal 28 I yaitu hak untuk hidup dan ayat ke-4 yang berbunyi  "Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah". Karena secara otomatis pemerintah juga bertanggung jawab atas wisatawan yang sedang berkunjung pada saat itu.

Robert Camerino
Menurut saya itu sama sekali tidak patut dicontoh karena semenjak ada peritiwa bom itu wisatawa dari dalam negeri dan luar negeri pun menurun jumlahnya. Selain itu keamanan dari aparat keamanan di indonesia juga seharusnya lebih ditingkatkan.

Chikal Dwi Aurelia
 Menurut saya peristiwa peledakan bom oleh kelompok teroris di Legian Kuta Bali yang memakan korban meninggal dunia 202 orang dan ratusan yang luka-luka merupakan salah satu kasus pelanggaran ham terparah di indonesia. Bahkan yang menjadi korban tidak hanya WNI,  kebanyakan dari turis mancanegara yang datang sebagai tamu di negara pun juga ikut menjadi korban. Seharusnya keamanan di negara ini lebih diperketat apalagi peristiwa yang terjadi pada tahun 2002 itu terulang kembali pada tahun 2005.
Peristiwa ini telah melanggar pasal 28G tentang hak mendapatkan perlindungan dan 28I tentang hak untuk hidup.

Jutaris Agung Perdana
 Menurut saya kejadian tersebut merupakan aib bangsa karena pelakunya berkebangsaan Indonesia dan kejadian seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Juga keamanan Indoesia perlu ditingkatkan agar bisa mengatasi atau mencegah jika terjadi kejadian seperti itu lagi.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar