Minggu, 13 Agustus 2017

Kasus Pencurian di Pulomas Disusun oleh Kelompok 5 Kelas XI IPS 2 SMA Xaverius 1 Palembang



Disusun oleh :
Kelompok 5
Kelas XI IPS 2
SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
Gisela Hanny Irawan (16)
Grace Amelia Purba (17)
Michael Joe (26)
Violen (35)
Wilson Willy Irawan (36)

Link video:
https://www.youtube.com/watch?v=ckAyeI629Qg

Kronologi Pencurian di Pulomas
Warga Pulomas , Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) pagi, tiba-tiba dibuat geger. Warga bersama polisi menemukan 11 orang dengan posisi saling bertumpukan di dalam kamar mandi sebuah rumah mewah Nomor 7A di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur. Para korban tersebut disekap di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter persegi. Akibatnya, enam orang tewas karena diduga kekurangan oksigen. Sementara itu, lima orang lainnya selamat, tetapi harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Rumah mewah bergaya minimalis tersebut milik seorang pengusaha yang bergerak di bidang properti bernama Dodi Triono. Dodi menjadi salah seorang korban yang tewas dalam kasus ini. Kasus ini pertama kali terbongkar dari laporan Sheila Putri. Dia merupakan teman salah satu anak Dodi yang bernama Diona Arika (16).

Pada Selasa (27/12/2016), sekitar pukul 09.30 WIB, Sheila memutuskan ke rumah Dodi karena Diona tak bisa dihubungi sejak Senin (26/12/2016) sore. Padahal, keduanya berencana untuk jalan-jalan pada hari Senin itu. "Tadi pagi (Sheila) ke sini ternyata enggak ada jawaban dan pintu tidak terkunci. Sampai dia masuk ke dalam, ada rintihan di kamar mandi. Karena cewek, dia takut, berlari, langsung mencari bantuan ke sekuriti," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di lokasi kejadian, Selasa.

Setelah mengadu ke sekuriti, akhirnya diputuskan untuk melapor ke polisi yang berada di Pos Kayu Putih. Kemudian, polisi menemani Sheila untuk mengecek keadaan di rumah Diona.Mendengar ada rintihan di dalam kamar mandi, akhirnya polisi bersama warga mencoba membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci dari luar.Setelah pintu didobrak, polisi bersama warga di lokasi kejadian terkejut saat melihat isi di dalam kamar mandi.Dalam kamar mandi itu, terdapat 11 korban dalam kondisi bertumpuk satu sama lainnya.Setelah dievakuasi, lima orang tewas di tempat, sedangkan satu orang lainnya tewas di rumah sakit.

Adapun kelima korban yang tewas di lokasi adalah Dodi Triono (59), Diona Arika (16) anak pertama Dodi, Dianita Gemma (9) anak ketiga Dodi, Amelia Callista (10) yang merupakan teman dari Dianita, serta Yanto, sopir Dodi.Sementara itu, korban yang tewas saat di rumah sakit adalah Tasrok yang juga merupakan sopir Dodi.Adapun korban yang selamat adalah Zanette Kalila (13) anak kedua Dodi, Emi (41), Santi (22), dan Fitriani (23) serta Windy (23), yang merupakan pembantu rumah tangga.

Sejauh ini, polisi masih menyimpulkan kasus tersebut murni pembunuhan. Sebab, jika disertai perampokan, polisi hingga saat ini belum menemukan barang berharga yang hilang di rumah berlantai 2 tersebut. Polisi pun menduga pelaku kasus ini berjumlah tiga orang. Mereka sempat menodongkan senjata api dan tajam kepada para korban.Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa  CCTV dan memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis itu.Sementara itu, Kepala Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda menduga ada dendam yang melatarbelakangi kasus pembunuhan keluarga di rumah Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur, itu.
Meski menyinggung soal dendam, Erlinda enggan menjelaskan lebih lanjut apa maksud dari kata-katanya itu. Dia juga mengaku enggan bercerita banyak karena kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian.

Opini Tanggapan , Analisis,dan Solusi
Gisela Hanny Irawan :
Menurut saya, perbuatan ini tidaklah manusiawi dan hal ini telah melanggar UUD 1945 yaitu pasal 28A yang berisikan hak seseorang untuk bertahan hidup. Dengan demikian saya berharap agar pemerintah tegas dalam penanganan kasus ini dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku terhadap apa yang telah diperbuatnya karena dengan permintamaafan dan penyesalan tidak dapat mengembalikan hidup seseorang.

Grace Amelia Purba:
Menurut saya orang yang merampok itu sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan, dan telah membunuh banyak orang. Orang yang merampok itu melanggar UUD 1945 pasal 28A dimana isinya hak asasi yang  dimiliki oleh manusia sejak lahir. Maka dari itu saya menyimpulkan perampok itu berhak dihukum sesuai dengan apa yang telah ia lakukan.

Michael Joe:
Menurut saya, pembunuhan Pulomas seharusnya bisa dihindari jika pihak rumah lebih waspada. Tetapi perbuatan yang dilakukan oleh perampok ini sudah terlalu keji dan melanggar HAM pasal 28A tentang HAM yang dimiliki oleh manusia sejak lahir. Seharusnya perilaku dihukum dengan hukuman yang seberat-beratnya sehingga tidak ada kasus yang serupa lagi.

Violen :
Menurut saya, kejadian tersebut merupakan pembunuhan tragis yang telah memakan nyawa banyak orang, dan kasus ini juga melanggar HAM seseorang untuk hidup yang ada di dalam 28A sebagaimana tertulis hak asasi yang dimiliki oleh manusia sejak ia dilahirkan. Dengan demikian, saya berharap pihak berwenang dapat memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya, agar tidak ada lagi kejadian seperti dalam kasus ini.  

Wilson Willy Irawan:
Menurut saya kasus yang menimpa keluarga Dody beserta pegawainya merupakan perbuatan yang sangat keji dan melanggar HAM pasal 28A. Sehingga para pelaku kejahatan harus diadili secara sama seperti yang dirasakan oleh korban korban tersebut.   

Sumber :

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar