Kamis, 17 Agustus 2017

KASUS PEMBUNUHAN PETRUS Disusun Oleh Kelompok 3 XI IPS 4 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
Kelompok 3 XI IPS 4 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
1. Irvan (14)
2. Jiovan Bernaidi ( 17)
3. Michelle Valerie Herman (26)
4. Muhammad Ridho Destiano (27)
5.  Syukur Dwiman Jaya Harefa (33)



(Link video) youtube: https://youtu.be/rWc-Q-STeho
Kasus pelanggaran HAM penembakan misterius atau sering disingkat Petrus adalah suatu operasi rahasia dari Pemerintahan Suharto pada tahun 1980-an untuk menanggulangi tingkat kejahatan yang begitu tinggi pada saat itu. Operasi ini secara umum adalah operasi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah "petrus" (penembak misterius).
Petrus berawal dari operasi pe­nang­gulangan kejahatan di Jakarta. Pada tahun 1982, Soeharto memberikan peng­har­gaan kepada Kapolda Metro Jaya, Mayjen Pol Anton Soedjarwo atas keber­ha­silan membongkar perampokan yang meresahkan masyarakat. Pada tahun 1983 tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Pada Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di an­­taranya 15 orang tewas ditembak. Ta­hun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di an­taranya tewas ditembak. Para korban Pe­trus sendiri saat ditemukan masyarakat da­lam kondisi tangan dan lehernya te­ri­kat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, la­ut, hutan dan kebun. Pola pengambilan pa­ra korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat ke­amanan. Petrus pertama kali dilancarkan di Yogyakarta dan diakui terus terang M Hasbi yang pada saat itu menjabat sebagai Komandan Kodim 0734 sebagai operasi pembersihan para gali (Kompas, 6 April 1983). Panglima Kowilhan II Jawa-Madura Letjen TNI Yogie S. Memet yang punya rencana mengembangkannya. (Kompas, 30 April 1983). Akhirnya gebrakan itu dilanjutkan di berbagai kota lain, hanya saja dilaksanakan secara tertutup
Beberapa orang menyebut, Petrus yang berlangsung tahun 1983-1985 memakan korban 5.000 orang. Namun ada pula yang menyebut angka 10.000 orang. Petrus tak hanya menjadi horor bagi mereka yang masuk daftar golongan hitam. Keluarga mereka pun tak urung dilanda ketakutan dan trauma sepanjang hidup mereka. Ini juga yang diakui oleh Lita BM. Wanita asal Semarang putri dari Bathi Mulyono.Bathi adalah pimpinan para mantan narapidana yang tergabung dalam organisasi Fajar Menyingsing. Dia lolos dari incaran Petrus, dan sempat menghilang beberapa tahun. Hilangnya Bathi ini menyisakan pengalaman traumatik bagi Lita.

Sumber:

OPINI DAN PENDAPAT DARI MASING-MASING ANGGOTA
  1. Irvan
Menurut saya, kasus penembakan misterius ini merupakan kasus yang aneh, sekaligus kejam menurut saya, karena kasus ini sudah menyangkut nyawa orang banyak dan sudah membunuh lebih dari ratusan orang. Sehingga ini sendiri sudah mencemari/mengingkari dari pasal 28 I yang menyatakan bahwa manusia itu mempunyai Hak untuk hidup.dan pada dasarnya di kasus ini sendiri para korban ditembaki oleh para aparat yang diluncurkan oleh Soeharto secara rahasia pada masa itu. Secara positifya dari kasus ini adalah, memang benar bahwa pemberantasan kejahatan itu baik dan harus dilakukan dan hal itu seudah membuat para pelaku kriminalitas sudah menghilang, namun secara agama, hal itu tentu telah melanggar perintah Tuhan dan mungkin bukan semuanya adlah penjahat yang dibunu, melainkan bisa saja hanya orang yang berpenampilan sperti penjahat padahal orng itu adalah seorang penjahat, yang jelas sesuai dengan undang- undang pasal 28 I, kasus ini telah berbuat melanggar sesuai dengan pasal tersebut.

  1. Jiovan Bernaidi
Menurut pendapat saya kasus penembakan misterius ini adalah kasus yang merupakan pelanggaran HAM.mengapa?karena dapat kita lihat bahwa orang orang sudah dibunuh secara misterius dengan jumlah pendapat besar.dengan dapat saya simpulkan bahwa peristiwa ini sudah meresahkan warga indonesia pada saat itu.peristiwa ini menurut saya telah melanggar HAM pasal 28G yang berisi tentang hak atas rasa aman akan rasa ketakutan dan pasal 28I yang berisi hak untuk hidup,hak untuk tidak disiksa,dan hak kemerdekaan

  1. Michelle Valerie Herman
Menurut pendapat saya kasus dari pembunuhan misterius ini adalah kasus yang sangat aneh,anehnya adalah kasus pembunuhan misterius ini sudah memakan banyak korban dari ratusan orang sampai ribuan orang . kasus pembunuhan misterius ini sudah melanggar UU tentang HAM pasal 28 A yaitu setiap orang mempunyai hak untuk hidup serta berhak untuk mempertahankan hidupnya .Kasus ini adalah kasus terberat dalam pembunuhan yang belum diketahui penyebabnya sampai sekarang sehingga membuat semua orang menjadi penasaran apa yang menjadi penyebab dan tujuan dari pembunuhan misterius ini,dan membuat semua orang menjadi penasaran siapa yang menajdi penyebab pembunuhan misterius ini.Namun kasus pembunuhan misterius ini sudah ditutup sebelum diusut dengan tuntas .

  1. Muhammad Ridho Destiano
.Menurut pendaapat saya, saya setuju dengan program pembunuan misterius ini, Karena pada zaman itu memang banyak tindak criminal yang terjadi  dan pemerintah harus bertindak keras untuk menanggulangi ini dan pada zaman sekarang sebenarnya masi dibutuhkan untuk mengurangi tindak criminal yang dapat merenggut nyawa orang. 

  1. Syukur Dwiman Jaya Harefa
            Menurut pendapat saya, kasus petrus atau penembakan misterius sudah melanggar ham karena dalam kasus tersebut telah menghilangkan nyawa seseorang yaitu terdapat pada 28I. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan dan harus mengusut tuntas pelanggaran tersebut supaya keluarga korban maupun teman korban dapat menerima kematian korban petrus
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar