Kamis, 31 Agustus 2017

Kasus pembunuhan Angeline Disusun oleh Kelompok 4 XI MIPA 2 SMA XAVERIUS 1 Palembang

Disusun oleh :
Kelompok 4 XI MIPA 2 SMA XAVERIUS 1 Palembang
Nama anggota :
Akbar Tordy 03
Billy Gunawan 04
Irenia Paulin 18
Jefriyanto 19
Jodie Handoko 21




Kronologis
1. 16 Mei 2015
Angeline terakhir terlihat di halaman rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali. Investigasi Komnas Anak menyatakan tetangga melihat pintu pagar rumah Angeline terkunci saat itu. "Artinya, hanya orang rumah yang tahu keberadaan terakhir Angeline. Dia tidak keluar," kata Arist.
2. 17 Mei 2015
Kakak angkat Angeline, Christina dan Ivon, mengumumkan hilangnya Angeline pada laman Facebook berjudul "Find Angeline-Bali's Missing Child". Mereka memasang sejumlah foto bocah yang senyumnya tampak ceria itu. Keduanya juga mengajak masyarakat ikut mencari Angeline. Masyarakat, dari artis hingga pejabat, geger ikut membantu pencarian bocah malang tersebut.
3. 18 Mei 2015
Tiga hari setelah menghilang, keluarga melapor ke Kepolisian Sektor Denpasar Timur. Polisi memeriksa sejumlah saksi, yaitu Margareth (ibu angkat Angeline), Antonius (pembantu sekaligus penjaga rumah), dan seorang penghuni kontrakan milik Margareth bernama Susianna.

Polda Bali memperluas pencarian di seluruh perbatasan Bali, Banyuwangi, dan Nusa Tenggara Barat. Mereka juga memeriksa rumah Margareth tiga kali. Pemeriksaan pertama dan kedua selalu dihalangi pemilik rumah.
4. 24 Mei 2015
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengunjungi rumah Margareth pada malam hari. Arist menengok kamar tidur Margareth yang juga sering dipakai Angeline. Menurut Arist, rumah itu tak layak huni karena acak-acakan, kotor, dan bau kotoran hewan. Margareth memelihara puluhan anjing dan ayam di rumahnya.
Di kamar tidur, Arist mencium bau anyir yang berbeda dengan bau kotoran hewan. "Tidak ada seprei terpasang dan ruangannya bau anyir," ujar Arist. Kecurigaan itu segera dilaporkan kepada polisi.
5. 5-6 Juni 2015
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengunjungi rumah Margareth dalam kesempatan berbeda. Namun kedatangan keduanya ditolak keluarga Angeline.
6. 9 Juni 2015
Guru SD Negeri 12 Sanur Bali, tempat Angeline sekolah, menggelar sembahyang di depan Pura Penyimpangan Batu Bolong, di depan rumah Angeline. Persembahyangan digelar untuk meminta petunjuk paranormal. Mereka mengaku mendengar suara Angeline.
7. 10 Juni 2015
Polisi menemukan jasad Angeline di pekarangan rumah Margareth. Angeline ditemukan dikubur pada kedalaman setengah meter, dengan pakaian lengkap dan tangan memeluk boneka. Tubuhnya dililit seprei dan tali.

Sumber :
https://m.tempo.co/read/news/2015/06/10/063673848/kasus-angeline-kronologi-dari-hilang-hingga-meninggal
https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-kronologi-lengkap-hilangnya-angeline-hingga-ditemukan-tewas.html


Opini :
Jodie Handoko
Menurut pendapat saya perlakuan terhadap Angeline adalah tindakan yang tidak mulia. Karena hak untuk hidup adalah hak yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Sama seperti pada UU Pasal 28A. Pasal 28A: Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Maksud isi tersebut adalah bahwa setiap manusia terutama warga negara indonesia, sejak ia lahir mempunyai hak yang sama dalam hal hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya. Tidak ada satu orang pun yang bisa membeli nyawa orang lain atau menghilangkan nyawa orang lain dengan alasan apa pun. Jika ada yang menghilangkan nyawa orang lain dengan atau apa lagi tanpa alasan, maka orang tersebut harus menanggung hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku.

Irenia Paulin
Menurut saya perbuatan yang dilakukan terhadap engeline adalah perbuatan yang keji, karena pelaku telah melakukan pembunuhan, penyiksaan, penelantaran anak, dan pembunuhan berencana. Hal tersebut telah melanggar aturan HAM yang berlaku. Pelaku juga telah merebut hak engeline yaitu mendapatkan warisan yang diberikan ayah angkatnya. Hal tersebt merupakan motif utama pelaku untuk melakukan pembunuhan.  Walaupun ada rasa kecemburuan falam diri kita, kita sebagai manusia yang memiliki hak kita juga seharusnya dpat menghormati hak yang di miliki oleh orang lain.

Akbar Tordy Anugrah
Menurut saya undang undang HAM yang paling sering dilanggar ialah UUD 1945 pasal 28I ayat (1)  yang berbunyi sebagai berikut " Hak untuk hidup, Hak untuk tidak disiksa, hak untuk kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tisak dapat dikurangi dalam keadaan apapun". Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini hanya pendapat saya dan tidak menutup kemungkinan untuk salah.Mengapa saya memilih pasal tersebut ? Karena saya merasakan sendiri dari pelanggaran tersebut, untuk mencari kasusnya pun tidak susah cukup melihat tayangan berita di TV. Tanpa disadari setiap hari selalu muncul kasus kasus baru yang berkaitan dengan pasal 28I ayat (1).  Salah satu contoh kasus besar yang pernah terjadi di Indonesia yaitu kasus semanggi yang terjadi pada peristiwa Angeline pada peristiwa di Bali, yang menyebabkan kematian Angeline. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini hanya pendapat saya dan tidak menutup kemungkinan untuk salah.
Menurut saya UUD 1945 pasal 28 ayat (1) adalah pasal yang paling sering dilanggar baik berupa dalam bentuk penyiksaaan bahkan pembunuhan. Menurut saya pula bahwa pasal tersebut paling penting untuk dijamin perlindungan, pemajuan, penegakkan, dan pemenuhannya. Karena apabila pasal tersebut pelaksanaannya tidak ada yang melanggar maka angka kematian di Indonesia akan berkurang dan penduduk Indonesia akan lebih merasa aman dan nyaman hidup di Indonesia ini. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini hanya pendapat saya dan tidak menutup kemungkinan untuk salah. Selain itu kasus ini juga melanggar sila pancasila yaitu "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia"

Jefriyanto
Kasus Angelline adalah kasus pelanggaran HAM yang amat gila. Seorang ibu angkat lebih mementingkan harta dan kepentingan diri sendiri daripada seorang anak yang adalah anugerah Tuhan dan manusia yang memiliki HAM. Harusnya ibu angkat sudah bertanggungjawab karena ia sudah mengangkat seorang anak. Pelanggaran HAM ini terutama dalam UU No 28A dimana manusia memiliki hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya. Selain itu kasus ini juga melanggar sila ke-2 pada Pancasila yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", yang mana setiap manusia memiliki hak yang sama terutama Angelline sebagai seorang anak harusnya berhak mendapatkan perhatian dari orangtua, apalagi ia sendiri tidak berbuat salah apapun dalam kasus ini. Bagi saya Indonesia harus lebih tegas dalam menyikapi persoalan seperti ini, sehingga kasus-kasus seperti Angelline tidak terjadi lagi. Jadi harusnya pemerintah lebih memantau dan bersifat lebih peduli kepada kasus pelanggaran HAM, sehingga jangan sampai pemerintah hanya mengetahui setelah kasus tersebut terkuak.

Billy Gunawan
Menurut saya,tindakan tersebut merupakan salah satu bukti bahwa penerapan HAM yang kurang dipedulikan di Indonesia.Melenyapkan nyawa tanpa rasa kasihan merupakan tindakan di luar batas akal dan logika dan sangat bertentangan dari UUD1945 pasal 28 ayat 1.Dan juga tanpa memperhatikan keselamatan sesama manusia,hal ini telah bertentangan dengan pancasila sila ke 2 yaitu "Kemanusiaan yang adil dan beradab".Harusnya kasus seperti ini harus lebih dianggap serius dan diberi pendidikan tentang pentingnya menghargai hak sesama di lingkungan masyarakat
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar