Minggu, 13 Agustus 2017

KASUS PEMBANTAIAN RAWAGEDE Disusun Oleh Kelompok 3 Kelas XI IPS 2 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
Kelompok 3 Kelas XI IPS 2 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
1. Billy Saputra Herman (5)
2. Boyke Alif (6)
3. Cherlyn (8)
4.Dody Putra(10)
5.Jasmine Paramitha (16)

(Link video) youtube: https://youtu.be/vZCsLld30zQ

(Penjelasan mengenai kasus Pembantaian Rawagede)
Sejarah Tragedi Pembantaian Rawagede                                                                            
 Akhir-akhir ini media nasional dipenuhi dengan berita yang membuat kita flash back ketika zaman peperangan melawan Belanda dahulu.  Iyalah peristiwa Tragedi rawagede atau rawagedeh.  Pada tanggal 14 September 2011 yang lalu secara mengejutkan Pengadilan Sipil Den Haag di Belanda memenangkan gugatan korban pembantaian Peristiwa Rawagede ini.  Akibatnya Pemerintah Belanda diwajibkan membayar ganti rugi kepada para korban dari peristiwa ini.
Kronologis Sejarah Tragedi Pembantaian Rawagede
Kronologis Tragedi Rawagedeh ini yaitu pembantaian tentara Belanda pada tahun 1947 ketika Agresi militer Belanda ke 1 yang mengakibatkan sekitar430 – an penduduk Rawagedeh meninggal dunia.  Para keluarga korban mencoba untuk meminta keadilan akibat perlakukan tentara Belanda ke Pengadilan Belanda, dan tanpa diduga gugatan mereka di kabulkan Pengadilan setempat, tentu saja hal ini menggembirakan para keluarga korban karena usaha selama ini akhirnya bisa mendapatkan sedikit rasa keadilan. Banyak orang yang tidak mengetahui sebetulnya apa serta bagaimana Peristiwa Sejarah Tragedi Pembantaian Rawagede.  Kami mencoba memberikan sedikit informasi mengenai peristiwa ini.
Kronologi Sejarah Tragedi Pembantaian Rawagede adalah peristiwa pembantaian pembunuhan Kampung Rawagede (terletak di Desa Balongsari, Rawamerta , Karawang) yang bertempat diantara Karawang dan Bekasi oleh tentara Belanda ketika melakukan agresi militer pertama nya pada tanggal 9 Desember 1947.  Akibat peristiwa ini sebanyak 431 penduduk meninggal dunia.
Sebelum perjanjian Renville ditandatangani, Tentara Belanda yang tergabung dalam Divisi satu atau disebut juga Divisi 7 Desember melakukan pembersihan unit pasukan TNI dan pejuang-pejuang Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap Belanda.  Dalam operasinya di daerah Karawang, para tentara Belanda ini memburu Kapten Lukas Kustario yang merupakan Komandan Kompi Siliwangi dan juga menjadi Komandan Batalyon Tajimalela/Brigade II Divisi Siliwangi.  Beliau berkali-kali berhasil menyerang patroli dan pos-pos militer Belanda.  Selain itu di wilayah Rawagede ini juga banyak laskar dan pejuang Indonesia.
Pada tanggal 9 Desember 1947, satu hari setelah perundingan Renville.  Tentara Belanda mengepung Dusun Rawagede dan menggeledah setiap rumah.  Tetapi mereka tidak menemukan satupun pucuk senjata disana.  Kemudian para tentara Belanda ini mengumpulkan semua penduduk di lapangan terbuka.  Penduduk laki-laki disuruh berjejer, dan ditanya keberadaan para pejuang serta Tentara Indonesia.  Tentapi tidak ada satupun penduduk yang mengatakan keberadaan mereka.
Kemudian akibat bungkamnya para penduduk, pemimpin tentara Belanda memerintahkan untuk menembak mati seluruh penduduk laki-laki, baik yang sudah tua maupun remaja.  Beberapa orang berhasil melarikan diri ke hutan, walaupun banyak yang terlukan karena terkena tempakan.  Tentara Belanda menembak mati dengan memberondong dengan senapan mesin tanpa ampun.  Karena peristiwa itu sekitar 431 penduduk Rawagede tewas.  Sebetulnya korban tewas lebih dari 431, karena banyak mayat yang hanyut dibawa ke sungai karena banjir dan hujan deras.
Keesokan harinya tentara Belanda meninggalkan desa tersebut.  Para wanita yang masih hidup menguburkan mayat-mayat penduduk laki-laki tersebut dengan peralatan sederhana.  Dikarenakan tidak dapat menggali terlalu dalam, jenazah ditutup dengan potongan kayu dan ada yang menggunakan daun pintu kemudian diurug tanah seadanya, akibatnya bau mayat masih tercium selama beberapa hari.
Selain itu banyak beberapa versi dan kronologi mengenai Sejarah Tragedi Pembantaian Rawagede ini.  Kemudian untuk jumlah korban yang tewas juga masih menjadi perdebatan banyak ahli sejarah.  Mengenai jumlah korban tewas, beberapa sumber menyebut angka berbeda. Menurut buku De Excessennota, tentara Belanda mengeksekusi sekitar 20 orang penduduk, total  jumlah korban tewas selama operasi berlangsung 150 jiwa. Sementara pada batu peringatan di Taman Makam Pahlawan Sampurnaraga, jumlah korban tewas di Rawagede pada tanggal 9 Desember 1947 tersebut 431 jiwa.
Berita dikabulkannya gugatan Ahli waris para korban peristiwa ini mengingatkan kembali kita pada Sejarah Tragedi Pembantaian Rawagede yang mungkin sedikit terlupakan saat ini.  Semoga apa yang telah dilakukan dapat sedikit memberi rasa keadilan walaupun luka itu tidak mungkin dapat disembuhkan..

Sumber:

(Opini Tanggapan,Analisis,Solusi)
1. Pendapat Cherlyn
Menurut saya, seharusnya tentara pemerintahan Belanda tidak memperlakukan pembantaian secara semena" dgn cara menembak semua anggota keluarga di kampung Rawagede dgn alasan yang tidak jelas. Bagaimana pun mereka tidak melakukan kesalahan apapun pada pihak Belanda.

2. Pendapat Jasmine
Menurut saya pemerintahan belanda itu tidak boleh melakukan pembantaian karena setiap orang pada zaman itu mempunyai hak dan hidup bebas.Seharusnya Belanda juga harus memperlakukan mereka secara adil karena mereka mempunyai ham dan pembantaian merupakan hal yang melanggar ham.

3. Pendapat  Boyke
Menurut saya hal tersebut melanggar ham karena pembantaian merupakan menghilangkan hidup seorang secara paksa dan seharusnya pemerintahan Belanda tidak melakukan hal itu.

4. Pendapat Dody
Menurut Pendapat Saya, ini sesungguh nya tidak manusiawi dikarnakan pembunuhan besar-besaran yang menewaskan 431 jiwa, pembersihan yang dilakukan belanda ini untuk mengusai daerah itu, hendak nya di ungkit kembali dalam kancah internasional sebagai tindak pidana , agar belanda mendapatkan balasan setimpal.

5.Pendapat Billy
Menurut Pendapat Saya, Saya tidak setuju terhadap perlakuan belanda yang melanggar HAM yaitu hak untuk hidup.Karena mereka tidak dapat begitu saja menghilangkan nyawa seseorang tanpa didasari alasan yang kuat.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar