Minggu, 13 Agustus 2017

KASUS PELANGGARAN HAM TRAGEDI TRISAKTI Disusun Oleh KELOMPOK 5 XI MIPA 3 SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG

Disusun Oleh
Kelompok 5 Kelas XI MIPA 3 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
1. Fernaldy Anggara
2. Kelvin Kohar
3. Steven Kusuma
4. Theresia Elva Monica Silaban
5. William Husada




Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Mereka menuntut Soeharto untuk mundur disaat pelantikan 7 periode berturut-turut pada bulan Maret 1998. Hal ini diduga terjadi karena Soeharto berseru mengenai reformasi politik dan ekonomi tapi pada kenyataannya, Kabinet Pembangunan VII hingga Kabinet Buatan Soeharto berisi anggota keluarga dan kroni-kroni Soeharto.
Kota pertama yang menjadi korban kerusuhan akibat peristiwa ini adalah Medan. Sejak bulan awal Mei, para pelajar telah menjalankan aksi demonstrasi di kampus-kampus sekitaran Medan selama 2 bulan. Jumlah pengikut demonstrasi ini terus melonjak tinggi akibat dari tingginya keinginan masyarakat untuk melakukan reformasi total bagi Indonesia yang lebih baik. Salah satu pemancing kerusuhan adalah tewasnya salah satu mahasiswa pada 27 April yang kesalahannya dilemparkan pada pihak berwajib sebagai akibat pelemparan gas air mata ke kampus. Selain itu, salah satu pemicunya adalah pemerintah menaikkan harga minyak dan biaya listrik.
Pada tanggal 9 Mei, Soeharto terbang menuju Kairo untuk menghadiri pertemuan group of 15 summit. Saat itu juga, Soeharto meminta masyarakat untuk berhenti berdemo, akhirnya hal itu membuat Soeharto pulang lebih cepat ke Jakarta yang sedang mengalami krisis. Krisis ekonomi yang dialami Indonesia saat itu merupakan krisis terparah sepanjang sejarah. Krisis ini bermulai dari awal bulan Mei 1998 yang juga dipengaruhi oleh krisis finansial Asia tahun 1997-1999. Mahasiswa dan elemen pro-demokrasi lain menuntut pemerintah untuk segera melakukan reformasi akibat merebaknya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang membuat negara terseret krisis moneter yang menyengsarakan.
Peristiwa berlangsung dari pukul 10.30 hingga pukul 19.00 yang dilakukan oleh para mahasiswa di depan gedung Universitas Trisakti. Awalnya, massa berhasil ditertibkan dan mimbar berjalan dengan aman dan terkendali. Namun, peristiwa memuncak ketika adanya orang yang memancing keributan dengan cara mengucapkan kata-kata kotor baik ke massa maupun kearah kepolisian yang memancing kembali keributan. Akibat dari pancingan tersebut, mahasiswa kembali menyerbu orang tersebut dan kepolisian melakukan penembakan yang membabi buta, pelemparan gas air mata dihampir setiap sisi jalan, pemukulan dengan pentungan dan popor, penendangan dan penginjakkan, serta pelecehan seksual terhadap para mahasiswi.
Tragedi ini merupakan kenangan masa lalu bangsa Indonesia yang memiliki sejarah kelam dalam kepemimpinan Soeharto. Tuntutan untuk melakukan reformasi ini berhasil dicapai dengan usaha yang luar biasa dari para mahasiswa. Hal ini menyebabkan mundurnya Soeharto dari masa jabatannya dan digantikan oleh wakil presiden sekaligus muridnya sendiri yaitu B.J. Habibie. Namun, kejadian ini memiliki dampak bagi banyak mahasiswa yang trauma akibat disiksa, dilecehkan, ditembaki, dan sebagainya.

Sumber :

Pendapat penyusun :
1.      Fernaldy Anggara
Menurut saya, kasus ini tidak boleh terjadi lagi di Indonesia karena banyak mahasiswa yang trauma akibat disiksa, dilecehkan, ditembaki, dan sebagainya. Kasus ini telah merusak stabilitas negara dan sangat merugikan Indonesia. Tragedi Trisakti 1998 ini merupakan pelanggaran HAM yang berat karena telah melanggar HAM yaitu hak untuk hidup yang tercantum pada UUD 1945  Pasal 28A. Bunyi dari UUD 1945 Pasal 28A: "Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya." Maksud isi tersebut adalah bahwa setiap manusia terutama warga negara indonesia, sejak ia lahir mempunyai hak yang sama dalam hal hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya. Tetapi, pada peristiwa ini hak untuk hidup mahasiswa telah direbut oleh para polisi, terdapat 4 mahasiswa yang mati dan banyak mahasiswa yang lain terluka akibat tindakan polisi seperti ditembaki dan dipukul. Seharusnya pihak kepolisian/aparat keamanan menertibkan dan menjaga mahasiswa/pendemo dan tidak mudah terpancing emosinya apalagi sampai melakukan penyiksaan, pelecehan dan sampai membunuh mahasiswa dan sudah semestinya seseorang diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapatnya tetapi tidak boleh berlebihan/menjadi provokator seperti yang dikatakan ada seorang provokator yang menyebabkan kerusuhan tersebut terjadi. Menurut saya solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kasus ini supaya tidak terjadi lagi adalah dengan mengusahakan agar hak-hak masyarakat seperti bebas berpendapat dan sebagainya dapat ditegakkan, dan pemerintah dapat memberikan hukuman bagi yang melanggar HAM. Saya berharap semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi di Indonesia karena jika terjadi lagi Indonesia akan rugi sendiri dan pemerintah harus lebih siap lagi dan belajar dari kesalahan yang terjadi dan bersikap lebih baik dengan dapat menahan emosinya.

2.      Kelvin Kohar
Menurut saya, tragedi trisakti ini merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia karena pada saat itu, mahasiswa ingin menurunkan Presiden Soeharto sendiri yang juga disertai hancurnya perekonomian Indonesia saat itu. Selain itu, kasus ini juga merupakan pelanggaran terhadap HAM yang sangat berat karena mahasiswa sebagai warga negara seharusnya memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi mereka baik secara lisan maupun tulisan termasuk dengan cara demonstrasi. Namun mereka yang ingin menyampaikan pendapatnya kepada DPR justru dihalangi, ditembaki, dipukul, dilecehkan dan bahkan dibunuh oleh aparat kepolisian. Selain itu, saya juga merasa bahwa adanya kesengajaan dari pihak kepolisian disaat itu karena keributan kedua berasal dari pihak kepolisian dan disaat itu juga mahasiswa diserang oleh kepolisian, bahkan juga saat mereka akan kembali ke gedung universitas tersebut. Hak untuk hidup mereka juga banyak terancam akibat tembakan polisi di saat itu, bahkan ada juga yang hak untuk hidupnya direngut oleh kepolisian (dibunuh). Hal ini jelas melanggar Pasal 28 I UUD 1945 mengenai hak untuk hidup.
Seharusnya, sebagai kepolisian mereka berusaha menertibkan tanpa kekerasan yang berlebihan apalagi terjadi keributan akibat adanya ulah pihak kepolisian yang memancing keributan sendiri bukan hanya menyalahkan massa sendiri saja mengingat bahwa massa juga merupakan warga negara yang memiliki hak sebagai warga negara dan manusia yang memiliki HAM tersendiri juga. Apalagi mahasiswa menuntut reformasi juga demi kebaikan bangsa ini. Selain itu, kasus ini sebenarnya masih menjadi misteri siapa yang menjadi dalang dalam penembakan yang brutal dan siapa yang bersalah dalam kasus ini dan bahkan kasus ini belum dituntaskan hingga selesai.

3.      Steven Kusuma
Menurut saya, kerusuhan trisakti ini merupakan kejadian besejarah sekaligus masa kelam bangsa indonesia. Bisa dikatakan kerusuhan ini adalah salah satu kerusuhan yang terbesar sepanjang sejarah, karena pada saat kerusuhan tersebut Indonesia mengalami krisis ekonomi dan krisis finansial. Selain itu kejadian ini adalah kasus pelanggaran HAM yang berat di Indonesia. Karena terjadi penyiksaan, pelecehan, penembakan, dan sebagainya hingga menyebab kan kematian yang melanggar pasal 28I (hak untuk hidup) ,yang di lakukan oleh aparat keamanan terhadap mahasiswa yang menuntut agar Soeharto turun sebagai presiden. Sungguh sangat di sayangkan perlakuan aparat keamanan terhadap mahasiswa atau pendemo, aparat keamanan yang seharusnya menjaga dan mengayomi masyarakat tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
Sebagai seorang warga negara sudah  seharusnya diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan di lindungi oleh negara berdasarkan pasal 28. Tetapi kita tidak boleh berpikir sepihak, karena diakatakan kerusuhan terjadi saat ada seorang yang menjadi provokator. Sehingga kedua belah pihak yaitu mahasiswa atau pendemo dan aparat keamanan tidak dapat menahan emosinya. Tapi kembali lagi aparat keamanan seharusnya bisa menahan emosi dan tidak asal menyiksa, memukul bahkan menembak.
Saya berharap kerusuhan seperti jangan sampai terjadi lagi . Karena yang rugi adalah Bangsa Indonesia dan rakyatnya sendiri. Dan juga aparat keamanan juga harus belajar dari penglaman untuk menjadi aparat yang lebih profesional dan tidak mudah terpancing emosinya.  

4.      Theresia Elva Monica Silaban
Mnurut saya, kasus ini sangat tidak adil dan tidak berprikemanusiaan. Tindakan tersebut sebenarnya sangat kejam, sangat hebat mengancam dan membungkam oknum-oknum tertentu sehingga namanya tidak ternoda. Dan sampai sekarang masih menelan korban-korban yang tidak bersalah. Sungguh kejam.

5.      Wiliam Husada
Tragedi trisakti merupakan pelanggaran ham karena menghilangkan nyawa manusia yg mana itu melanggar hak asasi utama yaitu hak utk hidup (pasal 28 A), hak mempertahankan hidup (pasal 28 B),  hak atas perlindungan diri (pasal 28 G), hak untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia, hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa dan hak untuk mengeluarkan pendapat ( pasal 28 I). Tragedi trisakti disebut melanggar HAM utama yakni, hak hidup, hak untuk mempertahankan hidup, dan hak untuk perlindungan diri karena menghilangkan nyawa mahasiswa trisakti kurang lebih 4 orang, dan juga melanggar hak untuk menegakkan HAM, melindungi HAM dan hak untuk mengeluarkan pendapat.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar