Minggu, 13 Agustus 2017

KASUS PELANGGARAN HAM ADOLF HITLER Disusun Oleh Kelompok 3 XI MIPA 3 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
Kelompok 3 XI MIPA 3 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota :
1. Juliet Patricia Arsadha
2. Gabriella V.K.
3. Maria Inge Kristi
4. Leonardo Winata
5. Andreas Maruli P.
6. Yoga



( Link Video )


Di parlemen Jerman, partai Nazi, yang dipimpin oleh Adolf Hitler, mendapatkan popularitas. Jumlah kursi yang dikuasai Nazi di parlemen meningkat dari 12 di tahun 1928 menjadi 230 pada tahun 1932, menjadikan mereka partai politik terbesar. Setelah itu, Presiden Hindenburg mengangkat Hitler menjadi Kanselir Jerman pada tanggal 30 Januari 1933.

Sejak saat itu, rezim Nazi mengadopsi ratusan undang udang yang membatasi hak dan kebebasan orang orang Yahudi. Orang orang Yahudi diusir dari dinas sipil dan dilarang masuk profesi tertentu, dilucuti kewarganegaraan mereka, dan dilarang untuk tidak menikah atau bahkan menjalin hubungan dengan orang Jerman.

Setelah berkuasa pada tahun 1933, Partai Nazi Jerman menerapkan strategi penindasan, pembunuhan, dan genosida yang sangat terorganisir yang ditujukan untuk "penjernihan" etnis Jerman, sebuah rencana yang disebut Hitler sebagai "Solusi Akhir".

Sepanjang malam 9-10 November 1938, kerusuhan di seluruh Jerman, Austria, dan bagian dari Cekoslovakia yeng dikuasi Jerman menargetkan orang orang Yahudi dan tempat tempat bisnis dan penyembahan mereka. Malam ini telah dikenal sebagai Kristallnacht, atau "The Night of the Broken Glass".

Selama dua malam itu, ratusan ( dan mungkin ribuan ) sinagog dibakar; lebih dari 7.000 bisnis milik Yahudi dijarah dan dihancurkan, dan hampir 100 orang Yahudi terbunuh dalam kekerasan tersebut. Sekitar 30.000 orang Yahudi ditangkap dan dibawa ke kamp konsentrasi.

Kerusuhan tersebut dipicu oleh pembunuhan Ernst vom Rath, seorang diplomat Jerman di Paris, oleh seorang remaja Yahudi Polandia, Herschel Grynszpan, pada tanggal 7 November. Grynszpan tidak berusaha melarikan diri dan mangklaim bahwa pembunuhan tersebut dimotivasi oleh penganiayaan orang orang Yahudi.

Setelah mala mini, pemerintah Jerman mendukung lusinan undang undang dan keputusan yang mengambil kekayaan dan penghidupan orang orang Yahudi. Menjelang akhir tahun, orang Yahudi dilarang bersekolah. Satu miliar reichmarks milik Yahudi disita sebagai hukuman kolektif terhadap bangsa Yahudi untuk pembunuhan von Rath.

Begitu Jerman mengambil alih Polandia pada tahun 1939, ia menciptakan kamp kerja paksa. Ribuan tahanan meninggal karena kondisi kerja, kelelahan, dan kelaparan. Setelah pecahnya PD II, jumlah kamp konsentrasi meningkan secara eksponensial. Jumlah tahanan kamp perang juga meningkat dan tahun tahun berikutnya beberapa diantaranya berubah nama menjadi kamp konsentrasi. Nazi secara paksa memindahkan orang Yahudi dari ghetto ke kamp konsentrasi.

Tahanan diberi makanan sedikit dan dikerja paksa, tidur sempit di satu ranjang tanpa bantal dan selimut bahkan di musim dingin. Kamp pemusnahan pertama diperkenalkan pada Operasi Reinhardt, yang menargetkan penghapusan orang orang Yahudi di dalam Pemerintahan Jenderal Pendudukan Polandia dan Ukraina. Pada saat deportasi, pusat pembunuhan Bikernau mebunuh 6.000 orang Yahudi setiap hari.

Perisitiwa ini dikenal dengan sebutan Holocaust, yang diperkirakan 6 juta orang Yahudi dibantai bersama, 3 juta tawanan perang Soviet, 3 juta orang Katolik Polandia, 700.000 orang Serbia, 250.000 orang kulit putih, Sinti dan Lalleri, 80.000 orang Jerman ( karena alasan politik ), 70.000 orang cacat di Jerman, 12.000 homoseksual, dan 2.500 saksi saksi Yehuwa.

Sumber :

http://endgenocide.org/.learn/.past-genocides/.the-holocaust/


Pendapat Masing-masing Anggota :
Juliet Patricia Arsadha

Menurut saya yang dilakukan Hitler itu adalah salah dan tidak berperikemanusiaan. Ia juga merupakan orang yang rasis. Ia bahkan menerapkan teori evolusi, sedangkan teori evolusi ini sendiri merupakan senjata untuk melawan agama. Ia juga telah menyalahgunakan kekuasaanya, ia melakukan pembunahan yang bersifat genoside kepada bangsa Yahudi dan juga kerja paksa yang telah ia lakukan. Menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia, perbuatan Hitler sudah menentang dengan UUD 1945 terutama pasal 28 I yang isinya adalah hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Sedangkan seperti yang sudah saya tuliskan diatas Hitler telah menentang hak hak tersebut. Ia menyiksa para bangsa Yahudi, membawa mereka ke kamp konsentrasi dan diambil hidupnya secara paksa, seharusnya Hitle tidak melakukan itu, karena apa? Mereka diberi hak untuk hidup dan kita sebagai sesama manusia tidak berhak untuk mengambilnya, tidak peduli apa kedudukan kita karena kita semua satu di bawah Tuhan.

Saran dari saya adalah sebaiknya jika kita nanti jadi pemimpin sebaiknya kita lebih memerhatikan orang dibawah kita dan melihat sesuatu jangan hanya dari sudut pandang kita sendiri tapi berusahalah untuk melihat dan mengerti dari sudut pandang orang lain. Dan juga jangan sampai kita menyalahgunakan kekuasaan kita untuk sesuatu yang menguntungkan pribadi / kelompok tertentu tapi gunakanlah untuk kepentingan bersama dan mencapai kesejahteraan dan lebih bagus lagi bila semuanya dilakukan dengan cara demokrasi.


Gabriella V.K.

Menurut saya, hitler itu sangat kejam. Ia menindas para orang-orang yahudi untuk bekerja. Ia juga menindas orang-orang lemah demi kekuasaanya. Selain itu hitler juga membunuh orang-orang yang tidak mendengarkan perintahnya. Hal ini berkaitan dengan UUD 1945 pasal 28 I dimana tertuliskan "(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun." Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa kita tidak boleh menindas orang lemah bahkan membunuhnya karena kita akan mendapatkan balasannya suatu saat.


Leonardo Winata

Menurut saya, penyalahgunaan kekuasaan untuk membantai suatu ras/ genosida dan kerja paksa tawanan perang sangatlah tidak manusiawi, hal ini sangatlah bertentangan dengan Undang- Undang Dasar 1945 di Indonesia, terutama pada pasal 28I ayat 1 mengenai hak untuk hidup, terbebas dari penyiksaan dan perbudakkan. Selain itu, perlakuan diskriminatif Adolf Hitler terhadap orang Yahudi yang dianggap ras yang lemah juga bertentangan dengan Undang- Undang Dasar 1945 pasal 28I ayat 2 mengenai hak untuk tidak diperlakukan diskriminatif atas dasar apa pun, meskipun Hitler membenci ras Yahudi, dia tidak boleh mengucilkan ras Yahudi karena sesama manusia itu harusnya saling menghormati dan bertoleransi.

Saran dari saya, gunakanlah kekuasaanmu dengan bijak, jangan sampai ada yang tersiksa ataupun menderita oleh karena kekuasaanmu itu dan janganlah karena kebencian, engkau malah memperlakukan seseorang secara diskriminatif.


Maria Inge Kristi

Menurut saya, kasus Hitler sangatlah brutal dan kejam. Kasus ini merupakan salah satu contoh pelanggaran HAM terberat yang pernah terjadi. Pembunuhan secara genosida yaitu pada kelompok Yahudi. Hitler beranggapan bahwa Yahudi adalah penyebab Jerman kalah dalam PD 1 dan menyebabkan krisis ekonomi.Tentu saja tragedi ini termasuk pelanggaran HAM. Beberapa pasal yang telah dilanggar yaitu pasal 28A,28 I.Pada pasal 28 tertulis jelas bahwa seseorang memiliki hak untuk hidup dan mempertahankannya ,berarti orang lain tidak boleh mencabut nyawa seseorang."Hak untuk bebas dari diskriminatif"ayat 2 pasal 28 I,Sehingga Jerman dalam mengambil tindakan,keputusan,kebijakan haruslah mengandung arti yang SAMA RATA bagi seluruh rakyatnya. Di Indonesia, juga beranggapan bahwa kasus ini tidak hanya melanggar HAM , tetapi juga telah bertentangan dengan Pancasila, yaitu sila ke 2.

Dalam menjadi pemimpi suatu negara, hendaklah setiap keputusan diambil berdasarkan kemanusiaan, tidak membedakan suku, agama, ras dan budaya. Dari kasus ini kita dapat belajar, seberapa buruk dari sikap egois, fanatisme yang menyebabkan banyak korban jiwa. Sehingga dengan adanya sejarah tentang kasus ini kita dapat belajar dan menyadari betapa pentingnya pendidikan karakter dalam diri kita.


Yoga

Menurut saya, sangat tidak manusiawi jika memegang kekuasaan untuk membunuh ras manusia seperti yang dilakukan oleh Adolf Hitler ke kaum Yahudi.
Saran dari saya, gunakanlah kekuasaanmu sebaik-baiknya, jangan menyiksa atau membunuh ras hanya karena kekuasaan.


Andreas Maruli P.

Menurut saya, tidak semestinya Hitler berperilaku demikian kepada orang Yahudi. Meskipun dia seorang kanselir Jerman, tidak seorang pun boleh mengambil hak pribadi milik orang lain, karena konteks hak pribadi HAM adalah kodrati. Seharusnya pemerintahan Jerman dan Hitler jangan terburu-buru menghakimi orang Yahudi.
Saya kira hal yang wajar bila orang Yahudi melawan, tetapi seharusnya Hitler jangan mengadakan penindasan habis-habisan karena mereka manusia bukan hewan. Apa salahnya bila Hitler berjuang jua untuk orang Yahudi. Sebab bersatu itu indah. Hal ini melanggar hukum, dimana dalam hukum Indonesia melanggar pasal 28 i mengenai kebebasan dalam hidup dan kebebasan dari penyiksaan dan pembunuhan.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar