Rabu, 30 Agustus 2017

KASUS MARSINAH Disusun Oleh KELOMPOK 6 XI IPS 1 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun Oleh
KELOMPOK 6 XI IPS 1 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama Anggota:
1. Alfred Nathanael Monthe/ 03
2. Charles Eddy Ansjori/ 06
3. Joshua Johan / 20
4. Kanaya Tabitha / 21
5. Marcelino Paniyosan / 24




Marsinah adalah salah seorang karyawati PT. Catur Putera Perkasa yang aktif dalam aksi unjuk rasa buruh. Keterlibatan Marsinah dalam aksi unjuk rasa tersebut antara lain terlibat dalam rapat yang membahas rencana unjuk rasa pada tanggal 2 Mei 1993 di Tanggul Angin Sidoarjo. 3 Mei 1993, para buruh mencegah teman-temannya bekerja. Komando Rayon Militer (Koramil) setempat turun tangan mencegah aksi buruh.

4 Mei 1993, para buruh mogok total mereka mengajukan 12 tuntutan, termasuk perusahaan harus menaikkan upah pokok dari Rp 1.700 per hari menjadi Rp 2.250. Tunjangan tetap Rp 550 per hari mereka perjuangkan dan bisa diterima, termasuk oleh buruh yang absen.Sampai dengan tanggal 5 Mei 1993, Marsinah masih aktif bersama rekan-rekannya dalam kegiatan unjuk rasa dan perundingan-perundingan.

Marsinah menjadi salah seorang dari 15 orang perwakilan karyawan yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan. Siang hari tanggal 5 Mei, tanpa Marsinah, 13 buruh yang dianggap menghasut unjuk rasa digiring ke Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo. Di tempat itu mereka dipaksa mengundurkan diri dari CPS.

Mereka dituduh telah menggelar rapat gelap dan mencegah karyawan masuk kerja. Marsinah bahkan sempat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya yang sebelumnya dipanggil pihak Kodim. Setelah itu, sekitar pukul 10 malam, Marsinah lenyap.Mulai tanggal 6,7,8, keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 8 Mei 1993.

Kasus pembunuhan Marsinah merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Alasannya adalah karena telah melanggar hak hidup seorang manusia. Dan juga karena sudah melanggar dari unsur penyiksaan dan pembunuhan sewenang-wenang di luar putusan pengadilan terpenuhi. Dengan demikian, kasus tersebut tergolong patut dianggap kejahatan kemanusiaan yang diakui oleh peraturan hukum Indonesia sebagai pelanggaran HAM berat

Menurut aturan yang berlaku tidak ada dasar hukum yang melarang aksi unjuk rasa/demonstrasi. Seharusnya masalah yang dituntut oleh para buruh tersebut bisa diselesaikan melalui cara perundingan, baik dengan mediasi ataupun secara langsung oleh para pihak yang terkait. Jika terjadi  aksi unjuk rasa, maka seharusnya tindakan yang dilakukan dari pihak kontra  adalah menyerap dan mengkaji aspirasi buruh, sedangkan aparat keamanan berwajib menjamin terciptanya komunikasi baik antarkedua belah pihak. Tapi hal ini tidak terjadi dalam kasus Marsinah.

Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Dan Jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain. Jadi dalam menjaga HAM kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain.

Sumber:

1) http://ulviyani28.blogspot.co.id/2015/03/kasus-pelanggaran-ham-marsinah_31.html



Opini tanggapan,analisis,solusi, dll dari setiap anggota kelompok

1. Kanaya Tabitha

Menurut saya pelanggaran ham yg terjadi pda marsinah , adalah pelanggaran ham yg menyangkut pembunuhan dan penganiayaan.sesuai UUD 1945 pasal 28 ayat (1) adalah pasal yang paling sering dilanggar baik berupa dalam bentuk penyiksaaan bahkan pembunuhan. Padahal marsinah hanya meminta penambahan gaji akan tetapi ia ditolak pernyataan pendapatnya oleh pihak tertentu sehingga ia dianiaya dan di bunuh.

2. Marcelino Paniyosan

Menurut saya pelanggaran ham yg terjadi pda marsinah , tidaklah baik dan benar. Ia hanya meminta kenaikan gaji tetapi atasannya itu tidak menepati janjinya, sehingga marsinah pun melakukan aksi demo, setelah kejadian itu marsinah dbunuh. jadi pelanggaran ham yang terjadi disini adalah pelanggaran hak hidup marsinah, dan juga hak tuk mengeluarkan pendapat.

3. Alfred Nathanael Monthe

Menurut pendapat saya, bangsa Indonesia menganggap remeh kasus ini hanya dengan sebelah mata saja, karena kasus ini adalah kasus pembunuhan seorang wanita yang membela para kaum buruh. Padahal,kasus Marsinah ini adalah kasus berat yang melanggar HAM baik pembunuhan maupun penyiksaan sehingga banyak masyarakat yang harus meningkatkan lagi tentang perlindungan HAM terutama wanita.

4. Charles Eddy Ansjori

Menurut saya kasus Marsinah itu sangat tidak patut dan melanggar HAM, karena bukan hanya mendapat kekerasan fisik,tetapi ia juga dibunuh dan dianiaya secara kejam hanya karena menuntut kenaikan gaji dan pendapatnya itu tidak diterima oleh atasannya .  solusi dalam kasus marsinah adalah adanya kepastian hukum dalam menjamin keamanan setiap orang serta menghargai hak-haknya., seperti hak untuk hidup, hak mengeluarkan pendapat,dan hak perlindungan

5. Joshua Johan
Menurut saya kasus Marsinah ini sangatlah tidak manusiawi karena Marsinah hanyalah seorang buruh wanita yang ingin meminta kenaikan gaji. Akan tetapi,  takdir berkata lain karena pada saat ia melakukan demo untuk menuntut haknya, nyawanya direnggut dengan cara yang tidak manusiawi. Saya dbelajar dari kasus ini bahwa janganlah kita merendahkan dan melanggar HAM seseorang. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang setara, sama, sederajat.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar