Senin, 14 Agustus 2017

Jurnal Pelanggaran HAM : Terbunuhnya Marsinah Disusun oleh Kelompok 1 XI MIPA 3, SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG


Disusun oleh
Kelompok 1 XI MIPA 3 SMA XAVERIUS 1 PALEMBANG
Nama Anggota :
1.      Devi Selvianty
2.      Eric
3.      Federick Winady
4.      M. Adytiawarman
5.      Sherly Marcela




          Marsinah adalah seorang  buruh wanita berusia 24 tahun  yang tewas dibunuh pada 8 Mei 1993. Dia tewas mengenaskan dengan kemaluannya yang  ditembak. Marsinah adalah pemimpin aksi demo pekerja PT Catur Putra Surya untuk mendapatkan kenaikan gaji dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250 per hari, karena hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur KDH TK I Jawa Timur yang mengeluarkan surat edaran No. 50/Th. 1992 yang berisi himbauan kepada pengusaha agar menaikkan kesejahteraan karyawannya dengan memberikan kenaikan gaji sebesar 20% gaji pokok. Para buruh juga sempat melakukan mogok kerja pada tanggal 3 dan 4 Mei 1993. Namun aksi itu membuat perusahaan panas. Gaji memang naik, namun akhirnya Marsinah dan teman temannya harus berurusan dengan aparat Kodim.
          Kejadiannya bermula saat Kodim memanggil 10 orang buruh PT Catur Putra Surya yang sedang aktif berdemo. Marsinah dan rekan lainnya yang mendengar hal itu segera menyusul teman-temannya ke Kodim. Sesampainya di kantor Kodim, mereka melihat ternyata rekan mereka sedang dianiaya. Aparat Kodim pun mengancam Marsinah dan rekan-rekannya untuk tidak bekerja lagi di PT Catur Putra Surya, dan jika tidak nasib Marsinah dan rekannya akan sama dengan rekannya yang disiksa tersebut.
          Namun, Marsinah tidak rela temannya dianiaya, ia tetap bertekad melalukan pertemuan di salah satu tempat kos di daerah Desa Siring, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dengan rekan – rekannya dan mengatakan kepada rekannya untuk giat bekerja karena telah mendapat gaji yang diharapkan. Sekitar jam 10 malam, mereka membubarkan diri dan Marsinah pamit untuk pergi ke sebeang Jalan Raya Porong, sedangkan rekannya kembali ke kos masing-masing.
          Namun Marsinah tak kembali selama 3 hari, rekannya mengira bahwa Marsinah pulang kampung ke kampung halamannya di Nganjuk. Rekannya juga sempat mencari Marsinah ke kantor Kodim. Lalu pada tanggal 8 Mei 1993 pagi, rekan-rekannya mendapat kabar bahwa Marsinah telah tewan dengan penuh luka disekujur tubuhnya. Keesokannya rekan- rekan Marsinah melayat dan memastikan bahwa ia benar-benar telah tiada.
          Kematian Marsinah berbuntut panjang. Aparat membentuk Tim Terpadu kemudian menciduk 8 orang petinggi PT Catur Putra Surya. Penangkapan ini dinilai menyalahi prosedur hukum karena mereka disiksa dan dipaksa untuk mengatakan skenario pembunuhan Marsinah. Menurut penyelidikan polisi, Marsinah diculik oleh pegawai di PT Catur Putra Surya bernama Suprapto dan dianiaya oleh satpam di PT Catur Putra Surya bernama Suwono setelah disekap selama 3 hari.
          Dipengadilan tinggi, Yudi Susanto, pemilik perusahaan divonis 17tahun penjara, sedangkan 4 staff lainnya di penjara selama 14 tahun. Tetapi mereka naik banding sehingga Yudi Susanto dinyatakan bebas. Penangannan kasus ini diduga direkayasa. Presiden Gus Dur dan Megawati pada zaman itu sudah meminta kasus Marsinah diungkap total tetapi sampai sekarang KontraS menyebut kematian Marsinah masih menjadi teka-teki.



Sumber :
 1.  http://m.forum.detik.com/ini-kronologi-hilangnya-marsinah-hingga-ditemukan-tewas-t1379911.html
2. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Marsinah



Opini Anggota Kelompok :
1.      Devi Selvianty
          Menurut saya, seharusnya kasus pembunuhan Marsinah ini diungkap secara total oleh aparat kepolisian dan negara, karena Hak Asasi Marsinah telah sepenuhnya dilecehkan oleh para pelakunya yaitu hak untuk hidup, hak untuk bekerja, dan hak untuk menyampaikan pendapat. Pelaku juga telah mencela lebih dari satu hak-hak pokok setiap manusia sehingga seharusnya para pelaku mendapatkan hukuman yang lebih berat dan setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukannya, bukan malah di bebaskan dan membiarkan para pelaku kejahatan pembunuhan dan provokator berkeliaran serta tidak mempertanggung jawabkan perbuatannya.

2.      Eric
          Marsinah merupakan perempuan yg tangguh dan sungguh patut dicontoh karena keberaniannya dalam memimpin  aksi demo. Aksi demo ini untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Ia membela hak kaum buruh dan kesejahteraan para buruh karena adanya peratutan pemerintah untuk menaikan gajih para buruh. Akibat aksi demonya marsinah tidak mendapat keadilan sama sekali karena ia dibunuh saat usianya masih sangat muda 24 tahun.oleh karena it kita harus menghargai aksi berani dari marsinah dalam mengemukakan pendapatnnya dan membela para temannya yang dianiyaya

3.      M. Adytiawarman
          Menurut saya, Tindakan Marsinah yang membela hak hak dan kepentingan bagi para buruh merupakan sesuatu tindakan yang terpuji,dengan adanya dorongan dan juga keluarnya peraturan dari pemerintah untuk menaikkan upah gaji buruh per hari Merupakan dasar yang kuat dalam melakukan demo,demo merupakan tindakan untuk menyuarakan pendapat yang legal jadi harus dihormati hak haknya Apa yang terjadi dengan marsinah merupakan bentuk ketidak adilan dalam bermasyarakat karena dihapuskannya Hak Hidup pada Marsinah yang masuh berusia 24 tahun,pada umurnya yang ke 24 tahun dan tergolong usia produktif ia sudah berani menyuarakan pendapat untuk menuntut tidak hanya haknya tetapi seluruh hak hak para buruh yang bekerja di sana.

4.      Sherlyn Marcela
            Menurut saya, seharusnya kasus seperti KASUS MARSINAH ini tidak sepatutnya terjadi sebab mereka (para pekerja) tidaklah salah dalam menuntut hak mereka atas kenaikan gaji sebesar 20% dari gereja mereka sebelumnya. Mereka layak diberikan kenaikan gaji atas kerja keras mereka terhadap perusaahan tersebut. Dan jika kenaikan gaji 20% itu berat bagi perusahaan mengingat jumlah pegawai yang tentu cukup banyak seharusnya pihak perusahaan bisa menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin seperti mengajukan penawaraan terhadap pihak buruh sampai terjadi kesepakatan antar dua pihak seperti hanya menaikan 10%,dan sebagainya. Sehingga para buruh tak perlu mengajukan tuntutan mereka dan juga tidak akan ada penyiksaan yang kejam terhadap buruh (pelopor demo) dan berujung kematian. Sehingga sendiri tidak perlu terbunuh dengan mengenaskan dan masih bisa melanjutkan hidupnya bersama keluarganya.
         Dengan Kasus Marsinah ini sudah membuktika bahwa masih minimnya toleransi manusia atau orang-orang terhadap HAM sesama manusia. HAK untuk hidup, HAK untuk menyatakan pendapat, HAk untuk mendapatkan perlindungan dan keamanan, dsb Seharusnya HAM di Indonesia harus lebih di tegakkan dan ditegaskan lagi agar Kasus Marsinah dan kasus pelanggaran HAM lain tidak terjadi lagi dan memakan korban lagi. Dan apabila korban yang sudah mengalam tidak mendapatkan trauma akibat pelanggaran HAM yang diterima oleh mereka. Dan jika HAM di tegakkan juga akan menciptakan Indonesia menjadi lebih baik lagi, hidup masyarakat akan menjadi tentram dan nyama karena terjamin akan HAM yang ditegakkan.

5.      Federick Winady
          Menurut saya pelanggaran ham yg terjadi pda marsinah , adalah pelanggaran ham yg menyangkut pembunuhan dan penganiayaan.padahal marsinah hanya meminta keadilan atas perilaku atasannya untuk menaikkan gaji minimum. tetapi atasannya itu tidak menepati janjinya, sehingga marsinah pun melakukan aksi demo, setelah kejadian itu marsinah dbunuh. jadi pelanggaran ham yang terjadi disini adalah pelanggaran hak hidup marsinah, dan juga hak tuk mengeluarkan pendapat.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar