Selasa, 15 Agustus 2017

BOM BALI I Disusun oleh Kelompok 7 XI MIPA 5 SMA Xaverius 1 Palembang

Disusun oleh :
Kelompok 7 XI MIPA 5 SMA Xaverius 1 Palembang
Nama anggota :
1. Lidia Fatrin (23)
2. Meisya Suhandi (26)
3. Nathaniel Calvin (29)
4. Priscilla Gita Gusti (30)
5. Raffael Jason K. (31)




Bom Bali 2002 atau dikenal dengan Bom Bali I adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari pada tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat Kantor Kosultan Amerika Serikat.
Kejadian bermula pada pukul 20.45 WITA. Dimulai dengan persiapan satu bom kotak dengan berat sekitar 6 kilogram yang telah dipasang sistem remote ponsel oleh Ali Imron, sebagai salah satu pelaku. Persiapan tersebut dilakukan di rumah kontrakan. Setelah persiapan selesai, bom itu dibawa Ali Imron menggunakan sepeda motor Yamaha dan diletakkannya di trotoar sebelah kanan kantor Konsulat Amerika Serikat. Kemudian Ali Imron pergi ke Sari Club dan Paddy's Pub untuk memantau keadaan serta lalu lintar sekitar. Setelah itu Ali kembali ke rumah kontrakan.
Sekitar pukul 22.30 WITA, Ali bersama dua pelaku bom bunuh diri lainnya, yakni bernama Jimi dan Iqbal pergi menuju Legian dengan mengendarai mobil Mitshubishi L 300. Salah satu pelaku lain, Idris, mengiring mereka menggunakan motor Yamaha. Sesampai mereka di Legian, mereka pun memulai aksi.
Pertama, Ali mengintruksikan Jimi dan Iqbal untuk melakukan persiapan. Jimi diminta untuk menggabungkan kabel-kabel dari detonator ke kotak switch bom mobil L 300, sedangkan pada waktu yang bersamaan Iqbal diminta untuk memakai bom rompi. Jimi dan Iqbal sama-sama akan melancarkan bom bunuh diri. Jimi akan melancarkan bom bunuh diri di Sari Club dan Iqbal di Paddy's Pub.
Setelah melakukan persiapan, Iqbal turun dari mobil L 300 kemudian masuk ke dalam Paddy's Pub dan tidak lama kemudian bom meledak di restoran tempat nongkrong tersebut. Disisi lain, Ali Imron turun dari mobil dan menuju ke jalan Imam Bonjol bersama Idris. Jimi langsung melaju ke Sari Club dan langsung meledakkan bom di dalam mobilnya tersebut. Bom kedua pun meledak dan ada ratusan korban tewas akibat bom tersebut.
Bom terakhir dilancarkan oleh Ali Imron saat ia di perjalanan menuju Jalan Imam Bonjol. Ia menekan tombol remote control yang sudah ia pasang pada ponselnya. Bom kotak yang telah diletakkan sebelumnya di depan kantor konsulat Amerika serikat pun meledak. Bom ini merupakan bom ketiga yang diledakkan dan tidak mengakibatkan korban jiwa.
Adapun korban yang tercatat :
Australia (88), Indonesia(38), Britania Raya(26), Amerika Serikat(7), Jerman(6), Swedia(5), Belanda(4), Perancis(4), Denmark(3), Selandia Baru(3), Swiss(3), Brasil(2), Kanada(2), Jepang(2), Afrika Selatan(2), Korea Selatan(2), Ekuador(1), Yunani(1), Italia(1), Polandia(1), Portugal(1), dan Taiwan(1)
Pada akhirnya, pelaku yang merupakan penggerak utama dalam Peristiwa Bom Bali 2002, yaitu Amrozi bin Nurhasyim yang berasal dari Jawa Timur menjadi pidana dan dihukum mati.

Sumber :

Tanggapan :
1.      Lidia Fatrin
Menurut saya, kasus bom bali 1 merupakan kasus yang tidak menghormati hak masyarakat untuk bertempat tinggal dan hidup sejahtera sesuai dengan pasal 28H dan kasus Bom Bali Juga melanggar pasal 28I untuk hak tidak disiksa dan hak untuk hidup dsb.; dalam kasus ini, pelaku pengeboman melakukan penganiayaan dan siksaan terhadap keluarga yang ditinggalkan dan tidak menghargai hak hidup orang banyak.

2.      Nathaniel
Menurut saya, peristiwa bom bali 1 ini seharusnya tidak terjadi, karena peristiwa ini telah melanggar/menyalahi Undang-undang yang mengatur tentang HAM. Pasal yang dilanggar contohnya Pasal 28A dan 28I ayat 1. Kedua pasal ini berisi hak untuk hidup bagi semua orang. Pasal ini telah dilanggar karena kejadian tersebut telah menewaskan banyak orang lokal maupun mancanegara.

3.      Meisya Suhandi
Saya tidak setuju dengan kejadian Bom Bali pada tahun 2002 ini, karena kejadian ini melanggar HAM. Orang berhak atas hidupnya. Dan dengan alasan apa sehingga pelaku atas kejadian Bom Bali pada tahun 2002 yaitu Amrozi bin Nurhasyim mengebom Paddy's Pub dan Sari Club serta di dekat kantor Konsulat Amerika Serikat. Apakah alasan tersebut harus diselesaikan dengan cara membunuh? Jika memiliki suatu masalah, menurut saya membunuh bukan solusi yang tepat. Kita dapat menyelesaikan masalah dengan bicara baik-baik kepada satu sama lain dan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Dari kejadian ini, banyak menelan korban jiwa baik dari Indonesia sendiri maupun dari turis-turis negara lain. Tercatat 202 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atau cedera. Kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut. Peristiwa ini sangat menghancurkan nama baik Indonesia sehingga banyak turis menjadi takut untuk berkunjung ke Indonesia. Dan peristiwa ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia.

4.      Priscilla Gita
Menurut saya, peristiwa Bom Bali 1 yang terjadi pada tahun 2002 merupakan peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terbilang kejam dan tidak berperasaan. Seperti informasi yang telah kami dapat, peristiwa ini merupakan peristiwa peledakan tiga buah bom di tiga tempat yang berbeda. Dua diantaranya juga merupakan bom bunuh diri. Selain itu, peristiwa pengeboman ini juga menimbulkan banyak korban, baik korban jiwa maupun korban luka, baik korban dari Indonesia sendiri maupun korban dari negara luar. Adapun peristiwa ini bertentangan dengan Undang-Undang Hak Asasi Manusia, diantaranya pada pasal 28I yaitu tentang hak untuk hidup. Sudah sepantasnya pelaku-pelaku diberi hukuman yang setimpal. Namun, seharusnya tindakan ini tidak terjadi karena sudah jelas akan merusak nama baik sekaligus merendahkan hak asasi orang lain. Maka dari itu mulai sekarang kita bisa mencegahnya dengan saling menghormati HAM satu sama lain dan bertidak lebih adil terhadap diri sendiri dan orang lain.

5.      Raffael Jason
Menurut saya, peristiwa Bom Bali ini adalah sebuah peristiwa yang sangat jelas melanggar HAM, karena kejadian pengeboman ini merupakan tindakan mencabut nyawa orang lain yang bertentangan dengan pasal  28I UUD 1945: "Hak untuk hidup dan bebas dari penyiksaaan."
                Ini berarti bahwa setiap warna Negara, baik dari dalam maupun luar negeri memiliki hak yang sama yakni, untuk hidup. Tindakan pengeboman ini sangatlah tidak manusiawi dan tidak pantas karena menghilangkan nyawa orang lain dengan sewena-wena  dan tidak pantas. Sepatutnya tindakan seperti ini dapat dicegah untuk selanjutnya karena tindakan ini melanggar HAM. Tindakan ini dapat dicegah dengan meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa agar paham-paham terorisme tidak dapat masuk dan meracuni otak bangsa kita untuk menghancurkan diri sendiri.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar